!-- Header -->
Advertisement
12 DPAC Tolak “MS” Jadi Sekretaris Umum DPC Partai Demokrat Lumajang
Politik & Pemerintahan

12 DPAC Tolak “MS” Jadi Sekretaris Umum DPC Partai Demokrat Lumajang

LUMAJANG, PEDOMANINDO.com – Sebanyak 12 Pengurus Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Partai Demokrat (PD) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menolak ‘MS’, menjadi Sekretaris Umum (Sekum).

Surat penolakan secara tertulis ditujukan dan ditembuskan kepada Ketua Formateur/ Ketua Umum PD Lumajang terpilih, Ketua Umum DPD Provinsi Jatim, dan Ketua Umum DPP Partai Demokrat.

Ke 12 Pengurus DPAC PD Lumajang yang dimaksud adalah : DPAC Kota Lumajang, Senduro, Pronojiwo, Sumbersuko, Tekung, Sukodono, Yosowilangun, Pasirian, Tempursari, Pasrujambe, Klakah, dan Gucialit.

Ada beberapa alasan mereka menolak “MS” menjadi Sekum PD Lumajang-sebagaimana yang tertuang dalam surat kepada Formateur PD Lumajang, tertanggal 24 Juli 2017-antara lain : MS tidak mampu menjalankan roda organisasi dengan baik, tidak pernah berkomunikasi dengan DPAC. “Dan selama di Partai Demokrat Lumajang nyaris tak ada kegiatan, mati suri”. Begitu isi surat tersebut.

Selain itu, “MS” juga dianggap membuat keputusan tanpa konsolidasi dan terkesan meninggalkan DPAC hingga membuat pengurus DPAC banyak yang mengundurkan diri. Para pengurus DPAC tidak diorangkan sama sekali oleh “MS” sat itu. Makanya banyak kader PD yang mengundurkan diri.

Parahnya lagi, kata mereka, “MS” tidak bisa bekerja sama dengan mantan Ketum DPC PD Lumajang. Mantan Ketum ini tidak pernah menerima surat undangan DPD sehingga muncul kesan Ia selalu tidak mau hadir pada kegiatan DPD PD Provinsi Jatim.

 

TOLAK MS : Nama nama 12 DPAC PD Lumajang yang menolak MS jadi Sekum PD Lumajang periode 2017-2022.

Selain itu, 12 Pengurus DPAC juga menolak IM menjadi Bendahara Umum. Selama ini dia dianggap tidak mampu memperjuangkan aspirasi rakyat dan partai di dewan.

“Di dewan dia gak bisa memperjuangkan kelengkapan dewan, gak bisa memperjuangkan aspirasi kita apalagi rakyat. Ini menunjukkan bahwa dia kurang kompeten dan tidak kredibel,” kritiknya.

Bukan hanya itu, jika menjadi Bendum maka “IM” bisa berkolaborasi dengan “MS” dengan memakai anggaran partai untuk perjalanan dinas ke DPD maupun DPP. “Kalau setiap bulan 5 sampai 10 kali perjalanan dinas ke DPD, DPP Partai Demokrat menggunakan uang partai, maka bisa habis juga uang partai,” tulis mereka.

Mereka berharap agar posisi sekum, bendum diisi oleh orang yang secara materi cukup sehingga tidak ada kebocoran dan tidak mencari keuntungan pribadi.

“Kami ingin Sekretaris Umum dan Bendahara Umum PD Lumajang dipegang oleh orang-orang yang mencintai partai sepenuh hati dan mampu memperjuangkannya, sehingga Partai Demokrat akan kembali jaya,” seloroh mereka dalam suratnya.

Eko Subagyono, Ketua DPAC PD Kota Lumajang, dikonfirmasi media ini, membenarkan sikap 13 DPAC tersebut. “Iya, benar teman-teman mengirim surat itu kepada formateur. Tapi sampai sekarang belum ada jawaban. Saya mengakomodir suara mereka,” ungkapnya.

Dia berharap agar jajaran pengurus DPC PD Lumajang mengakomodir semua kader potensial, loyal, yang mencintai partai, kapabel, dan punya niatan baik untuk membesarkan partai.

“Semua harus diakomodir kalau ingin Partai Demokrat ingin besar. Dan saya berharap pertemuan terkait persoalan ini (protes 12 DPAC, Red) secepatnya digelar,” pintanya. ¬†Sayangnya tidak dibeberkan siapa inisial MS dan IM yang dimaksud.¬†SYAM