!-- Header -->
Kesehatan Lumajang Peristiwa Politik & Pemerintahan

2 Balita Positif Covid-19, dr. Bayu : Sayangi Anak dan Keluarga

LUMAJANG –  Siapa bilang virus Corona hanya menyerang orang yang sudah lanjut usia. Siapa pun bisa terserang virus ini, termasuk balita. Buktinya, di Lumajang sudah ada 2 balita yang terjangkit atau tertular  virus ini, seperti yang telah disampaikan Kadinkes Lumajang, dr. Bayu Wibowo IGN, kemarin.

Keduanya adalah AB (usia 21 bulan), warga Tekung dan NS (usia 3 tahun) asal Pasirian Lumajang. Informasi yang berhasil dihimpun media ini, AB merupakan anak salah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), di lingkungan Pemkab Lumajang. Kemungkinan dia tertular orang tuanya. Dalam satu keluarga (bapak, ibu, nenek, AB) hanya bapak si AB yang negatif. Sementara Ibu AB, nenek AB, dan AB sendiri), dinyatakan positif. Kini mereka dalam karantina mandiri.

Sementara, NS asal Pasirian, merupakan anak seorang sales yang sering keluar kota (Malang, Surabaya). Kemungkinan NS yang dinyatakan positif covid-19 ini, juga tertular orang tuanya.

“Meskipun NS sebelumnya sering sakit-sakitan. Kebetulan dia sering dibawa, diperiksakan ke rumah saya di Pasirian”, ungkap dr. Bayu Wibowo IGN, didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan Lumajang, Dra. Ria Canceria, MM,  saat diwawancarai PedomanIndonesia.com, Selasa, 26 Mei 2020.

Dikatakan, anak-anak/ balita juga rentan tertular virus corona lewat orang tuanya, meskipun tidak serentan orang usia lanjut. Lansia, biasanya sudah ada penyakit ataupun kelainan fungsi organnya (hipertensi, jantung paru-paru koronis, diabetes). Makanya lebih rentan.

“Untuk bayi, remaja, orang muda yang sehat lebih tahan. Karena fungsi tubuhnya lebih sehat. Balita juga lebih jarang karena mobilitasnya yang rendah. Namun perlu dicatat dan diingat, semua tergantung pada orang tuanya”, selorohnya.

“Akan menjadi sangat berisiko tertular kalau orang tuanya atau orang dekatnya ada yang sakit. Kenapa? Balita daya tahan tubuhnya masih dibangun. Masih proses untuk menuju sempurna. Masih lemah. Jadi, bayi ataupun anak-anak lebih rentan juga nantinya. Mudah tertular kalau ada orang yang sekitarnya terkena covid-19”, tuturnya.

Baca juga : https://www.pedomanindonesia.com/coronavirus-kembali-serang-lumajang-4-kecamatan-total-44-positif/

Bagaimana dengan pengobatan  bayi yang positif covid-19? Bayu menjelaskan, mereka diberikan obat-obatan sama dan yang direkomendasikan untuk  menghindari efek samping. Yang penting dosisnya diatur.

“Obat dari dokter anak dan dokter paru akan menjadi pertimbanga yang baik. Karena sebenarnya penyakit virus obatnya  tidak banyak. Jadi ada beberapa obat yang secara teori dapat membantu dengan catatan tidak ada ada kelainan dan tidak ada kondisi yang  memberat, mungkin obat-obatan jenis vitamin itu direkomendasikan,” katanya.

Bayu menjelaskan, kondisi balita yang berusia 21 bulan (AB) baik. Sementara balita yang usianya 3 tahun (NS) kondisinya sebagai ODP. Artinya dia melalui sakit dan dirawat di rumah sakit, kemudian membaik, terus pulang.

“Itu yang positif. Artinya dia  pernah mengalami sakit bahkan sering sakit-sakitan. Dia sakit batuk, panas. Biasa, semakin lemah anaknya semakin sering panas, sering sakit”, pungkasnya.

Dijelaskan, setelah sakit ada semacam radang paru-paru. Itu dari rontgen fotonya itu kelihatan. Jadi, namanya nanti kalau ronxen fotonya positif, nama PDP. Dia dirawat di Rumah Sakit Pasirian. Di sana ada dokter anak. Dokter paru paru-paru yang bisa dianalisa.

“Saat PDP maka harus diswab. Sebelum swab keluar dia minta pulang. Dan kemarin malam diantar oleh orang tuanya langsung ke RSUD dr. Haryoto.  Karena orang tuanya juga mengeluh sakit. Kedua-duanya (Ibu dan bapaknya) juga dirawat karena mengeluh sakit. Kita isolasi di sana sambil menunggu hasil Swabnya”, ungkap Bayu.

Di akhir wawancara, Bayu berpesan kepada seluruh masyarakat Lumajang tidak keluar rumah. Tidak pergi kemana mana jika tidak benar-benar penting dan mendesak. Itu lebih aman.

Jika Ibu bapaknya sering keluar rumah, apalagi tanpa mengenakan masker, maka bisa mengancam anak-anaknya di rumah.

“Pesan saya, bapak ibu,   lindungi anak-anak dan keluarga dengan cara harus betah di rumah. Tidak pergi kemana mana jika tidak penting sekali. Karena anak-anak itu bisa tertular dari orang tuanya.  Kalau ada yang sakit bisa menjadi sumber penularan serumah,” pesanya.

Bayu juga berpesan untuk  menggunakan masker. Termasuk bila di rumah ada yang sakit atau kurang sehat, maka satu keluarga  harus pakai masker. Bahkan tidur pun, harus terpisah.

“Karena kita tidak tahu dia sakit apa sebelum ada tes. Apalagi yang keluar rumah. Tolong pake masker. Kalau ada yang tidak pakai masker diingatkan. Harus saling  mengingatkan. Jangan tergantung pada aparat. Aparat kita terbatas dan tidak mungkin bisa mengingatkan semua orang. Jadi, kalau ada orang lewat tidak pakai masker, tolong diingatkan untuk memakai masker,” paparnya.

Kemudian yang tak kalah pentingnya adalah menjaga diri dengan kebersihan diri. Cuci tangan dengan sabun. Jaga jarak. “Ini semua dalam rangka untuk mengamankan masing-masing orang”, imbuhnya. DIN

Post Comment