Advertisement
Pameran dan Bursa Keris
Pariwisata

Pameran dan Bursa Keris

“Perkenalkan Pusaka Keris Pada Masyarakat Sejak Dini”

LUMAJANG, PEDOMANINDONESIA.com – Paguyuban Pusaka Semeru Lamajang, menggelar acara Pameran dan Bursa Keris dan Wayang Kulit, di Gedung Kartika Batalyon 527 Lumajang, selama tiga hari, terhitung sejak Sabtu-Senin (20-22 Mei 2017) lalu.

Acara ini merupakan rangkaian dari berbagai kegiatan dalam rangka Peringatan Hari Keris Se-Dunia. Pembukaan acara seremonial dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Lumajang, sementara Pameran dan Bursa Keris dan acara pendukung lain seperti wayang kulit, lomba fashion show membawa keris dengan mengenakan busana daerah (lumajang) tingkat umum, mahasiswa, pelajar SMP-SMA sederajad, lomba mewarnai sketsa pusaka keris, pameran UMKM, digelar di Gedung Kartika.

Saat pembukaan seremonial hadir antara lain ; Wakapolres Lumajang, pihak Bank Indonesia (BI) Jakarta dan BI dari Jember, Muhammad Nur Purnamasidi (anggota DPR RI Komisi XI), Basuki Rachmat atau Okik, Ngateman dari KONI, Sekretaris Disbudpar (Heri), dan elemen-elemen lain.

Acara dibuka secara simbolis di Pendopo dengan membuka keris dari warangkanya oleh Disbudpar, Wakapolres, Purnamasidi (Bang Pur), dan Istianah SH Ketua PPSL. Sedangkan pemotongan pita oleh Bang Pur, di Gedung Kartika. Sebelumnya, tari Glipang Bintang Jaya Dusun Curah Petung Kedungjajang dan  tarian keris asal Labruk Lor tampil menghibur para tamu undangan saat pembukaan seremonial.

Setelah acara seremonial di Pendopo para tamu undangan menuju gedung Kartika. Di sana mereka disambut dengan tarian Reog asal Sememu Pasirian.

Peserta Pameran dan Bursa Keris ini berasal dari Sumenep, Pamekasan Madura, Jogjakarta, Banyuwangi, Surabaya, Jember, Situbondo, Malang, Kediri, Sulawesi, Jakarta, dan daerah lainnya. Mereka ikut memeriahkan acara ini hingga selesai.

Saat pagelaran wayang kulit, hadir tokoh Lumajang  H.Rofiq Abidin (anggota DPRD Jatim) pihak Bank Mandiri, Bang Pur, pihak BI Jakarta dan Jember, serta para pecinta wayang kulit.

Selama acara ini digelar, masyarakat Lumjang antusias datang. Ada yang sekedar ingin tahu macam macam keris, melihat lihat keris, ada juga yang melakukan transaksi jual beli (dalam bahasa di keris “mahar).

Paguyuban Pusaka Semeru Lamajang menginginkan agar pusaka warisan leluhur berupa keris ini menjadi kekayaan kebudayaan di Indonesia yang wajib dicintai, dijaga, dilestarikan dan terus menerus diperkenalkan pada generasi muda. Apalagi keris sudah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO. SYAM

Advertisement