H-7 Lebaran Angkutan Barang Dilarang Beroperasi
Politik & Pemerintahan

H-7 Lebaran Angkutan Barang Dilarang Beroperasi

LUMAJANG, PEDOMANINDO.com – Beberapa kebijakan umum angkutan lebaran tahun ini, antara lain : kebijakan mengutamakan keselamatan dan kelancaran lalu lintas darat, laut, udara dan perkeretaapian serta keterpaduan intra dan antarmoda, melakukan sosialisasi dan publikasi seluruh kebijakan dan pengaturan angkutan lebaran tahun 2017 (1438 H) kepada seluruh lapisan masyarakat, operator angkutan dan petugas pelaksana berupa informasi penyebaran peta resmi jalur lebaran kepada para pemudik, pemasangan spanduk sosialisasi, publikasi, di sepanjang jalur lebaran serta melalui media cetak, elektronik maupun jaringan informasi lainnya secara intensif.

Kemudian meningkatkan koordinasi dan kerjasama antar sektor terkait; sebelum dan masa penyelenggaraan angkutan lebaran dilakukan pengawasan dan penertiban oleh petugas yang berwenang terhadap sarana angkutan darat, laut, udara, dan perkeretapian guna memastikan penggunaan sarana yang memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan; meningkatkan pengaturan, pengamanan, dan pengawasan, secara terkoordinasi dalam penyelenggaraan angkutan lebaran.

Informasi tarif angkutan darat, kereta api, laut, dan udara dicantumkan secara jelas diloket dan tiket, sedangkan pada angkutan darat khususnya bus umum tarif angkutan dicantumkan dengan jelas didalam bus.

Sementara untuk pembatasan operasi angkutan barang galian/ tambang berlaku di seluruh jalan arteri di Jawa Timur mulai 7 hari sebelum hari Raya Idul Fitri (H-7), pukul 00.00 WIB s/d 7 hari setelah Hari Raya Idul Fitri (H+7),  pukul 24.00 WIB.

Sedangkan pembatasan operasi mobil barang dengan JBI lebih dari 14.000 kg dan mobil barang dengan sumbu 3 atau lebih serta mobil barang dengan kereta tempelan atau kereta gandengan), berlaku di seluruh jalan arteri dan jalan tol di Jawa Timur,  mulai 4 hari sebelum hari Raya Idul Fitri (H-4) Pukul 00.00 WIB s/d 3 hari setelah Hari Raya Idul Fitri (H+3) Pukul 24.00 WIB. ORY

Advertisement