Mayoritas Warga Kamerun Masuk Islam Karena Alasan Poligami
Pendidikan

Mayoritas Warga Kamerun Masuk Islam Karena Alasan Poligami

BONDOWOSO, PEDOMANINDO – Ada yang menarik saat Madzkur Damiri (38), warga Bondowoso, Jawa Timur, salah satu peserta Study of US Institute, Religious and Pularalism Dialogue, di Philadelphia, Amerika Serikat. Ternyata, warga Republik Kamerun memeluk agama Islam karena Islam memperbolehkan poligami.

Hal ini muncul saat Madzkur Damiri berdialog bersama Dr. Joseph Nfi, seorang penganut Katolik dari The University of Bamenda Cameroon, dalam perjalanan mengunjungi National Constitution Center, Independence Hall dan Museum of The American Revolution, Philadelphia.

“Dr. Joseph Nfi, menyampaikan, ada dua alasan warga Kamerun memeluk Islam. Pertama karena Islam memperbolehkan poligami dan yang kedua karena umat Islam di Kamerun sangat toleran terhadap penganut agama lain”, kata Madzkur Damiri saat dihubungi via seluler, Sabtu (1/7).
Dia mengaku tidak tertarik dengan alasan kedua karena sikap toleran, ramah dan empati sehingga Islam selalu diterima di berbagai negara. Dia malah tertarik dengan alasan pertama yang memotivasi masyarakat Kamerun masuk Islam karena Islam membolehkan poligami.

“Ini adalah sebuah “analisa nyinyir” yang subyektif dan dangkal. Tapi saya sadar bahwa ini merupakan “outsider perspective” mengenai Islam. Sudut pandang seperti ini sangat dibutuhkan untuk melengkapi kajian keislaman yang dilakukan umat Islam sendiri yang memandang Islam dari dalam “insider perspective”, paparnya.

Dia memprediksi, pertumbuhan Islam di Kamerun akan maju pesat karena mayoritas yang masuk Islam adalah anak-anak muda. Apalagi, agama Islam di sana menjadi agama terbesar kedua setelah Katolik.

Ketika Madzkur Damiri menanyakan apakah fenomena poligami di Kamerun karena pergaulan bebas, kumpul kebo, dan perselingkuhan sementara doktrin Kristen mengenai monogami dan larangan bercerai dianggap tidak menyelesaikan masalah, Dr. Joseph Nf, menjawab “maybe” (mungkin).

Sekedar diketahui, Madzkur Damiri akan kembali ke Indonesia pada 7 Agustus 2017. Kehadirannya sebagai peserta Study of U.S Institute : Religious and Pluralism Dialogue, di Philadelphia, Amerika Serikat dalam rangka memenuhi undangan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat. DIN

Advertisement