DPD Partai Demokrat Jatim Tangani Kasus Penolakan 12 DPAC Terhadap “MS”
Politik & Pemerintahan

DPD Partai Demokrat Jatim Tangani Kasus Penolakan 12 DPAC Terhadap “MS”

LUMAJANG, PEDOMANINDO.com – Kasus penolakan 12 Pengurus Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Partai Demokrat Kabupaten Lumajang terhadap “MS” sebagai Sekum DPC PD Lumajang periode 2017-2022, sudah ditangani DPD PD Provinsi Jatim.

Hal ini disampaikan Ketua Umum terpilih DPC PD Lumajang, dr. Buntaran Suprianto, M. Kes, saat diwawancarai di halaman Pemkab Lumajang, Rabu (30/8). “Masalah itu sudah kita tangani. Kini berada di DPD PD Provinsi Jatim,” ungkap Buntaran Suprianto, panggilannya.

Dijelaskan, bersama anggota formateur lainnya, dirinya menyusun kepengurusan sesuai target waktu yang diberikan. Karena merasa bisa bekerja sama dengan “MS”, maka Buntaran memilih “MS” menjadi Sekretaris Umum (Sekum) DPC PD Lumajang.

“Saya yang menginginkan MS menjadi Sekretaris Umum Partai Demokrat Lumajang karena kenal baik dengan dia. Saya berpikir dia bisa diajak bekerja sama, sementara formateur lain mengusulkan calon lain. Karena sudah keputusan rapat, maka kita kirimkan nama-nama kepengurusan DPC Lumajang kepada DPD PD Jatim. Namun, ternyata ada 12 DPAC menolak ‘MS’ sebagai sekum dengan berbagai alasan”, ungkapnya.

Oleh karena itu, dirinya, kata Buntaran, memasrahkan sepenuhnya masalah ini kepada DPD PD Provinsi Jatim agar ada solusi terbaik demi kebesaran Partai Demokrat kedepan. Apakah sikap DPD akan mengganti nama “MS” sebagai sekum atau tidak, sepenuhnya di tangan DPD Partai Demokrat Jatim.

“Yang jelas, seluruh nama-nama calon pengurus DPC PD Lumajang periode 2017-2022 sudah selesai kita susun, termasuk nama “MS” sebagai sekum. Persoalan apakah DPD PD Jatim akan mengganti posisi sekum dan siapa penggantinya, semuanya tergantung pengurus DPD PD Jatim,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 12 Pengurus Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Partai Demokrat (PD) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menolak ‘MS’ menjadi Sekretaris Umum (Sekum).

Surat penolakan secara tertulis ditujukan dan ditembuskan kepada Ketua Formateur/ Ketua Umum PD Lumajang terpilih, Ketua Umum DPD Provinsi Jatim, dan Ketua Umum DPP Partai Demokrat.

Ke 12 Pengurus DPAC PD Lumajang yang dimaksud adalah : DPAC Kota Lumajang, Senduro, Pronojiwo, Sumbersuko, Tekung, Sukodono, Yosowilangun, Pasirian, Tempursari, Pasrujambe, Klakah, dan Gucialit.

Ada beberapa alasan mereka menolak “MS” menjadi Sekum PD Lumajang-sebagaimana yang tertuang dalam surat kepada Formateur PD Lumajang, tertanggal 24 Juli 2017-antara lain : MS tidak mampu menjalankan roda organisasi dengan baik, tidak pernah berkomunikasi dengan DPAC, Partai Demokrat Lumajang nyaris tak ada kegiatan, sering membuat keputusan tanpa konsolidasi, terkesan meninggalkan DPAC hingga banyak pengurus DPAC mengundurkan diri, tidak ‘mengorangkan’ para pengurus DPAC, tidak bisa bekerja sama dengan mantan Ketum DPC PD Lumajang dan alasan lain.

Ditanya siapa kira-kira yang akan menggantikan posisi “MS” jika dia benar-benar harus digeser, dr. Buntaran tidak bisa memastikan. Yang pasti menurutnya, Sekum PD Lumajang harus bisa bekerja sama dan punya niatan baik membesarkan partai. Disinggung soal beredarnya nama Ngateman sebagai Sekum PD Lumajang, mantan aktivis mahasiswa ini, enggan berkomentar panjang lebar.

“Saya tidak tahu. Hanya saja, Pak Ngateman pernah ke DPD Partai Demokrat Jatim,” ujarnya singkat sambil mengakhiri wawancara. Sekedar diketahui, Ngateman adalah salah satu Bakal Calon Bupati Lumajang. Jabatannya kini sebagai Ketua KONI Kabupaten Lumajang.

Info yang cukup kencang beredar di masyarakat, Ngateman bisa berangkat dengan mulus sebagai Cabup/ Cawabup Lumajang jika menjadi kader Partai Demokrat. Apalagi Partai Demokrat Lumajang memiliki 6 kursi di dewan. Jumlah kursi yang cukup signifikan membuat Partai Demokrat punya daya tawar tinggi di posisi cabup maupun cawabup. SYAM

Advertisement