Advertisement
PT. PSI Anggap Polusi Tak Ada Masalah, Warga Berencana Surati Kementerian LH
Ekonomi Peristiwa

PT. PSI Anggap Polusi Tak Ada Masalah, Warga Berencana Surati Kementerian LH

LUMAJANG, PEDOMANINDO.com – Sebagian warga Kunir Tempeh, Lumajang, mengeluhkan adanya suara bising, polusi PT. PSI (Prima Sejahtera Internasional) Kunir, Lumajang, Jawa Timur hingga merusak tanaman mereka dan persoalan lain yang dinilai belum diselesaikan oleh pihak PSI.

“Awal-awal berdirinya PSI polusinya parah bahkan sangat merusak tanaman. Suara bising. Sekarang memang sudah berkurang. Kemudian juga masalah akses jalan yang sudah tidak ada itu gimana”, ujar sumber dari warga sekitar yang enggan disebutkan identitasnya.

Mereka berencana akan kirim surat ke kementerian LH dan pihak terkait di Lumajang. Atas keluhan warga, Bagian HRD PSI Lumajang, Rindang, menyampaikan, selama ini pihak PSI dengan warga sekitar baik-baik saja.

Dia mengakui, sebelumnya memang muncul keluhan polusi akibat asap PSI, suara bising, dan kerusakan tanaman seperti jeruk.

“Itu memang sempat muncul tapi sekarang reda. Sudah tidak ada apa apa. Kalau memang ada keluhan kita tampung”, ujarnya. Dijelaskan, pihaknya selalu meminta pihak dinas terkait untuk mengecek kelengkapan alat-alat pabrik, mendatangkan tim teknis dari Surabaya agar suara bising, polusi, dan persoalan lain bisa diminimalisir dan diselesaikan.

“Malahan kalau masih ada tanaman yang kenak polusi kita semprot bareng-bareng. Bila ada tanaman yang rusak kita ganti rugi”, ujarnya.

Sekedar diketahui PT. PSI ini menampung 900 pekerja dan 70 persen pekerjanya masyakat lokal terutama lingkungan sekitar. PT. yang bergerak di bidang perkayuan ini mampu memproduksi 60-70 kontainer/ bulan. Hasil produksinya diekspor ke China.
Rindang meminta jika ada masalah tidak sampai merugikan 700 pekerja yang kini menggantungkan pada PT. PSI.

“Saya minta jika misalnya ada keluhan kita tampung, kita berusaha selesaikan. Yang penting ada solusi. Kita memikirkan para pekerja yang jumlahnya cukup banyak”, imbuhnya. SYAM

Advertisement