Pantun Patria Kepala DPM Lumajang Dapat Kecaman
Politik & Pemerintahan

Pantun Patria Kepala DPM Lumajang Dapat Kecaman

LUMAJANG, PEDOMANINDONESIA.com –¬†Sebagai aparatur negara, pantun yang dilontarkan Patria Dwi Hastiadi AP, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Kabupaten Lumajang untuk mendukung Drs. H. As’at, M.Ag sebagai bupati periode 2018-2023, sangat salah dan tidak layak.

Pernyataan ini disampaikan Agus Amir, tokoh pemuda Lumajang, Rabu (22/11) siang.

“Apa yang disampaikan Pak Patria sangat salah, bahkan tak pantas di ucapkan dalam ruang terbuka. Ingat, dia seorang pejabat negara”, kecamnya.

Dia mengaku heran dan mempertanyakan apakah Patria tidak paham dan tidak membaca SE Menpan RB yang isinya melarang Pegawai Negeri Sipil (PNS) terlibat dalam aksi dukung mendukung calon bupati pada pilkada 2018.

“Masak yang besangkutan (Patria, Red) tidak membaca SE itu. Ini gak bisa dibiarkan agar tidak berlanjut pada aparatur yang lain untuk melakukan hal sama”, tukasnya.

Perlu diketahui, saat acara pembinaan RT-RW, di Desa Tegal Randu Klakah Lumajang, Selasa (21/11) Patria melontarkan pantun yang berbunyi, “Branjang kawat kecemplung sumur. Ronggo lawe ilang saktine. Bakalan kualat sak umur-umur, yen RT-RW ndak dukung bupatine”.

Patria Kepala DPM Lumajang

Bukan hanya itu, sebagai mana direkam dan dipublikasikan oleh mass media, sambutan Patria dalam acara tersebut bernuansa ajakan untuk mendukung kembali Drs. H. As’at sebagai Bupati Lumajang Periode 2018-2023.

Dia menyampaikan, kalau tunjangan RT/RW dinaikkan sebesar Rp 50 ribu dari 150 ribu menjadi 200 ribu/ bulan dari 8.826 RT/RW se Kabupaten dikalikan 12 bulan mencapai Rp 5,3 miliar.

“Dari Rp 5,3 miliar itu, saya selaku Kepala DPM Lumajang juga pembina RT/RW siap menata anggaran jika diperintahkan oleh bupati dan disetujui oleh Ketua DPRD. Saya coba dulu jangan tepuk tangan. Kalau ndak bengok-bengok I Like Lumajang ndak bisa merobohkan tenda ini, ya jangan dinaikkan pak bupati”, ungkapnya lalu tertawa.

Ketika hendak dikonfirmasi sejumlah wartawan untuk konfirmasi terkait pantunnya yang menimbulkan penafsiran beragam itu, Patria berjanji Jum’at pekan ini.

“Rabu depan atau jum’at besok karena ini masih terima tamu dr jakarta di pemda”, ungkapnya lewat WA.¬†(WOKO)

Advertisement