Advertisement
Begal Marak, Banser & Pagar Nusa Diminta Turun Tangan
Hukum Peristiwa

Begal Marak, Banser & Pagar Nusa Diminta Turun Tangan

LUMAJANG, PEDOMANINDONESIA.com – Maraknya aksi kejahatan di Lumajang, Jawa Timur, terutama begal (perampasan motor di jalanan dengan melukai korban), membuat banyak kalangan prihatin dan menimbulkan kecemasan.

Selain korban yang dirugikan, masyarakat merasa was was, takut, dan secara psikologis aksi teror begal terus menjadi ‘hantu’ menyeramkan. Efeknya, kelangsungan hidup secara sosial dan ekonomi akan terganggu.

“Di sisi lain, tumpuan dan harapan ke institusi Polri & TNI sebagai Kamtibmas dirasa tidak cukup. Meskipun hal itu hanya menjadi tanggung jawabnya”, ungkap Ikbal Zamzami, SH, Praktisi Hukum Kabupaten Lumajang.

Oleh karena itu, dia meminta agar ada kerja sama antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat, baik itu ormas atau organisasi kepemudaan yang ada.

“Misalnya, Banser Dan Pagar Nusa sebagai Banom NU, perlu diajak untuk memikirkan keresahan masyarakat atau ummat ini”, tegas pria yang merasa sebagai warga NU dan memiliki Kartanu.

Dia menegaskan, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan mestinya berperan aktif dalam menjaga ketertiban bersama, bukan malah menjadi hilang dan lenyap di saat masyarakat sangat membutuhkannya.

“Sudah seharusnya Banser yang didik model militer, apalagi Pagar Nusa dengan ilmu bela dirinya serta mempunyai keahlian di bidang “kanuragan” turun gelanggang untuk membantu aparat kepolisian maupun TNI untuk bersama-sama demi masyarakat”, ujar Ikbal, panggilan Ikbal Zamzani dengan mimik serius.

Bupati Drs. As’at, pun, ungkap Ikbal, dalam setiap kesempatan rapat dengan Forkopimda mestinya tidak sungkan-sungkan mengajak dan melibatkan Banser atau Pagar Nusa. “Karena ini demi kemaslahatan ummat”, imbuhnya.DIN

Advertisement