Jangan Resah, Stok LPG 3 kg Aman
Ekonomi

Jangan Resah, Stok LPG 3 kg Aman

LUMAJANG, PEDOMANINDONESIA.com – Kabar bahwa LPG 3 kg di beberapa kabupaten termasuk di Lumajang, Jawa Timur, langka, Kelangkaan gas LPG 3 kg mendapat tanggapan dari Moh Ali Akbar Felayati, SE LPG Rayon VIl.

Ali Akbar menjelaskan di wilayah kerjanya tidak ada kelangkaan LPG 3 kg.

“Tidak ada kelangkaan. Di wilayah saya, eks Karisidenan Besuki 100 % aman,” ujarnya. Dia menjelaskan, konsumsi LPG 3 kg turun karena masyarakat jarang menggunakan. Mereka menggunakannya hanya untuk konsumsi sehari-hari, bukan untuk konsumsi massal seperti acara tasyakuran atau selamatan.

“Penurunan permintaan gas LPG 3 kg karena masyarakat menggunakan hanya untuk konsumsi pribadi, dan PKL banyak libur karena sering hujan,” tukasnya.

Dia menyampaikan, produk LPG 3 kg lebih dari mencukupi, mudah didapat. Hal ini diperkuat adanya LO open (barang tidak terambil) di pertamina.

“Jadi, tidak ada kelangkaan, bahkan posisi Lumajang sudah lebih dari 300% pada saat adanya isu lalu”, ungkapnya.

Diharapkan masyarakat tidak panik dan tetap membeli seperti biasanya, mengingat LPG didistribusikan tetap sesuai kuota dan kebutuhan.

Masih menurut Ali Akbar, bahwa Vice Presiden Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito, menyatakan akan mengamankan pasokan LPG 3 kg bersubsidi.

“Bersama Pemda dan Hiswana Migas, Pertamina melakukan upaya pengamanan ketersediaan LPG 3 Kg bersubsidi pada periode awal Desember 2017,” pungkasnya.

Hal ini perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasokan LPG 3 kg bersubsidi di masyarakat dengan melakukan pemeriksaan lapangan, operasi pasar, dan penambahan pasokan di sejumlah titik yang diduga terjadi kelangkaan pada periode awal Desember 2017.

“Pertamina sudah memastikan bahwa ketahanan stok nasional LPG berada pada kondisi aman yaitu 18,9 hari di atas stok minimal 11 hari,” ujarnya sebagaimana diberitakan sejumlah media nasional.

Sebelumnya, kata Adiatma, menyampaikan, masa libur panjang akhir pekan awal Desember 2017, telah terjadi peningkatan kebutuhan LPG 3 kg bersubsidi di wilayah Depok, Bogor, dan sebagian Jakarta.

“Namun dari hasil sidak ke beberapa lokasi operasi pasar, sejak Senin (4/12) lalu, ada beberapa titik yang peminatnya sepi. Salah satunya adalah operasi pasar yang digelar di Paledang, Bogor pada Kamis (7/12) kemarin, yang menunjukkan bahwa wilayah tersebut sudah tercukupi,” bebernya.

Tingginya permintaan terhadap LPG 3 kg bersubsidi ini, menurut Adiatma, ditengarai akibat penggunaan yang tidak sesuai dengan peruntukannya.

“Hal ini diperkuat dengan adanya temuan di lapangan bahwa LPG 3 kg bersubsidi digunakan oleh pengusaha rumah makan, laundry, genset, dan rumah tangga mampu,” paparnya.

Ditegaskan Adiatma, berdasarkan data penyaluran harian LPG 3 kg bersubsidi, hingga akhir November 2017, realisasi penyaluran LPG 3 kg bersubsidi telah mencapai 5,750 juta MT, atau 93% dari kuota yang ditetapkan pada APBN-P 2017 sebesar 6,199 juta MT.

“Sampai dengan akhir Desember 2017, penyaluran LPG 3 kg bersubsidi diperkirakan akan melebihi kuota sekitar 1,6% di atas kuota APBN-P 2017 tersebut,” imbuhnya. SYAM

Advertisement