Advertisement
Kepedulian Pemkab Lumajang Terhadap Situs Biting Masih Minim
Opini Pariwisata

Kepedulian Pemkab Lumajang Terhadap Situs Biting Masih Minim

Mansur Hidayat

LUMAJANG, PEDOMANINDONESIA.com – Situs Biting merupakan bekas ibu kota kerajaan Lamajang Tigang Juru yang juga menjadi simbol kota kuno yang masih tersisa dari jaman klasik (sebelum 1.500 masehi). Situs yang di dalamnya ditemukan bekas taman sari atau pemandian maupun percandian, yang dikelilingi pagar benteng setebal 2,1 meter dan panjangnya hampir 8 kilometer tersebut merupakan proto- type “Benteng Nusantara” satu-satunya di Indonesia.

Dalam perjalanannya, Situs Biting yang sudah terkubur tersebut ditemukan dan diangkat kembali dalam khasanah Cagar Budaya oleh Balai Arkeologi Yogyakarta yang melakukan penelitian intensif, pada tahun 1982-1991. Namun, pada tahun 1996-2014, di atas situs ini di bangun perumahan yang merusak keberadaan situs tersebut. Baru pada tahun 2010 Lembaga Swadaya Masyarakat bernama Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur (MPPM Timur) bersama mahasiswa, pelajar, pemuda, dan masyarakat bahu-membahu melawan perusakan tersebut hingga berhasil menghentikan perusakan perumahan pada tahun 2014.

Pasca berhentinya pembangunan perumahan berbagai pihak menyatakan diri dan bangga maupun turut serta melestarikan Situs Biting sebagai simbol kejayaan Lumajang di masa lalu. Pemerintah Kabupaten Lumajang setiap “Hari Jadi Lumajang”  mengadakan perayaan besar-besaran, misalnya dengan mengadakan kegiatan seperti “Lamadjang Djaman Doeloe”, kegiatan otomotif dengan nama Arya Wiraraja sampai pada ziarah ke petilasan Arya Wiraraja, di Situs Biting. Namun demikian yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lumajang tersebut kurang menyentuh esensi terhadap pelestarian maupun pengembangan Situs Biting sebagai simbol sejarah Lumajang.

SEREMONIAL TAHUNAN : Bupati Lumajang, Drs. As’at, M. Ag, saat ziarah ke Petilasan Arya Wiraraja. (dok)

Beberapa catatan penting tentang kurangnya perhatian pemerintah Kabupaten Lumajang terhadap Situs Biting adalah sebagai berikut: Pertama, sampai sekarang Situs Biting tidak pernah di anggarkan dalam hal pelestariannya misalnya dengan adanya anggaran untuk penelitian dan ekskavasi sehingga benteng yang terkubur bisa dimunculkan kembali dan di ketahui oleh publik Lumajang. Hal ini sangat penting terutama untuk dunia pendidikan sebagai pembelajaran kepada siswa maupun kalangan terpelajar tentang masa lalu kerajaan Lamajang Tigang Juru.

 

Disamping itu kepada khalayak umum hal ini juga sangat penting karena dapat menimbulkan rasa bangga masyarakat terhadap sejarah kotanya. Sebagai catatan, anggaran pemerintah untuk membuat event “Loemadjang Djaman Doeloe” mencapai Rp 1,8 miliar. Namun untuk Situs Biting sendiri belum ada dana yang digelontorkan. Pembangunan yang dilakukan di Kawasan Situs Biting sendiri sampai saat ini masih dilakukan oleh kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat dan pihak swasta mulai dari toilet umum sampai pembenahan petilasan.

Kedua,sampai sekarang tidak ada kegiatan signifikan dalam bidang kebudayaan maupun kesenian yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lumajang di Kawasan Situs Biting. Hal ini sangat ironis mengingat salah satu cara untuk mengingatkan masyarakat secara langsung terhadap masa lalunya adalah dengan cara “kunjungan Situs” secara langsung. Hal ini sangat berbeda dengan Kabupaten Mojokerto yang melakukan berbagai kegiatan seni dan budaya yang berhubungan dengan Majapahit di Situs Trowulan secara langsung.

TERABAIKAN : Salah satu bekas benteng Majapahit Timur, di Kawasan Situs Biting, Kutorenon, Sukodono Lumajang, DIN

Ketiga sampai sekarang “Promo” yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang terkait Situs Biting maupun situs-situs bersejarah di Lumajang sangat minim, meskipun sebenarnya tidak harus menggunakan anggaran yang besar. Kita bisa melihat di “Videotron” yang dipasang di berbagai tempat, misalnya Adipura, Kantor Bupati maupun Pendopo tidak pernah memunculkan Situs Biting sehingga lebih di kenal oleh masyarakat.

Disamping itu, sampai sekarang “Rambu Petunjuk Lalu Lintas” yang berkaitan dengan Situs Biting apalagi situs-situs bersejarah lainnya masih minim dan terkesan tidak ada. Menurut catatan kami, hanya ada satu petunjuk jalan tentang Situs Biting dengan ukuran kecil yang ada di jalan Soekarno Hatta, padahal seharusnya petunjuk jalan tentang Situs Biting tersebut diletakkan di berbagai macam lokasi dan jalur-jalur strategis. Ironis dan memprihatinkan…

Penulis : Sejarawan, Ketua MPPM Timur

Advertisement