Advertisement
Stock pile Menjamur, Truk Pasir Membuat Jalan Rusak
Hukum Suara Desa

Stock pile Menjamur, Truk Pasir Membuat Jalan Rusak

LUMAJANG, PEDOMANINDONESIA.COM – Stock pile di Desa Jarit Pasirian, Lumajang, Jawa Timur, bermunculan. Truk pasir semakin padati jalan umum.

Musrenbangdes pada 9 Januari 2018 lalu, menjadi perdebatan sengit dan menjadi tempat keluhan warga Desa Jarit soal kepadatan truk pasir yang melintas dari desa Jugosari lewat desa Jarit. Masalah ini mengakibatkan jalan rusak, berlubang, bising, dan kemacetan yang sangat mengganggu pengguna jalan terutam anak sekolah.

Desakan warga Desa Jarit dalam acara Musrenbangdes tersebut membuat Kepala Desa Jarit, Rabu (17/01) mengundang para pengusaha stock pile dan pejabat Pemkab Lumajang, di antaranya adalah Muspika, Kepala Dinas Desbangpol, Kepala Dinas Pol PP, dan Kepala Dinas Perhubungan dari Kabupaten Lumajang.

Tokoh masyarakat Desa Jarit, LMD dan BPD turut menyampaikan pendapatnya serta usulannya antara lain : dampak truk pasir terhadap psikologi anak akibat kebisingan jalan, keharusan batasan jam kerja (pagi hari saat berangkat sekolah/ kerja ke kantor, termasuk saat pulang sekolah/ kantor, pemasangan rambu-rambu, penertiban stock pile segera mungkin.

“Kemudian portal liar juga harus ditindak”, ungkap Sapanin, tokoh Desa Jarit.

Mahmudi, juga tokoh masyarakat menyampaikan, kepadatan itu terjadi akibat banyaknya penambang pasir ilegal.

Hal itu dapat dibuktikan dengan keluarnya SKAB (Surat Keterangan Asal Barang) tidak sebanding. Penambang legal (resmi) dari desa Jugosari dalam waktu 5 jam SKAB yang keluar hanya 15 lembar atau 15 unit truk, sedangkan yang melintas lebih dari 100 unit truk pasir, sehingga perhitungannya berbanding terbalik.

“Untuk itu saya meminta kepada Pemkab Lumajang segera menerapkan Peraturan Pemerintah Daerah (Perda), melakukan operasi penertiban”, tegasnya.

Kasat Pol PP yang diwakili Kabid Penyidikan Pelanggaran dan Pengamanan Perda, Didik Budi Santoso, SH, merespon atas pendapat dan usulan warga yang akan ditindak lanjuti kepada bupati.

“Terkait maraknya penambang ilegal akan saya tindak lanjuti kepada bupati”, selorohnya.

Kepala Dinas Perhubungan yang diwakili Trisunu Kabidlantas, juga mengatakan, dalam waktu dekat rambu-rambu serta jam kerja segera kan ditertibkan.

Tokoh Pemuda, Karminto S.Sos juga mengkritisi banyaknya jalan yang berlubang, baik jalan desa, jalan kabupaten dan provinsi/nasional yang menimbulkan banyaknya kecelakaan truk pasir yang mengakibatkan korban jiwa, terlebih dimusim hujan.

“Disamping itu banyak penambang pasir ilegal (liar) yang dilaksanakan di luar titik koordinat dari penambang resmi. Saya mengharap kepada jajaran Dinas terkait agar segera merespon dan menunjukkan kepeduliannya terhadap banyaknya jalan berlubang dan penambangan di luar titik koordinat”, ujarnya. (WOK-FIK)

Advertisement