Foto Palsu Wabup Buntaran Terpasang, Demokrat Mendesak Dihentikan
Politik

Foto Palsu Wabup Buntaran Terpasang, Demokrat Mendesak Dihentikan

LUMAJANG, PEDOMANINDONESIA.com – Beredarnya foto Wakil Bupati Lumajang, dr. Buntaran Supriyanto, M.Kes, berdampingan dengan Bupati As’at, M.Ag yang diduga hasil editan, mendapat reaksi serius dari jajaran pengurus Partai Demokrat.

Mereka mendesak foto editan yang berlogo tulisan I Like Lumajang, segera ditarik. “Kami dari Partai Demokrat merasa dirugikan dengan foto editan itu”, ungkap Idris Marzuki, salah satu Pengurus DPC Partai Demokrat Lumajang.

Seperti yang sudah beredar, foto Wabup Buntaran berdampingan dengan Bupati Lumajang, Drs. As’at, mengenakan seragam putih dengan kombinasi garis merah, bertuliskan i like dan mengacungkan jari simbol L.

Foto tersebut terpasang di backdrop peringatan Hari Pers Nasional (HPN), di Kantor BKD Lumajang, kemarin. Acara tersebut dihadiri Komisioner Dewan Pers, Imam Wahyudi. Terlihat foto hasil editan Wabup Buntaran mencolok dan tampak dipaksakan.

Idris Marzuki, mengatakan, foto editan tersebut semberono dan merugikan partainya. “Itu foto gak betul. Sudah saya konfirmasi dengan pak Ketua Demokrat (dr Buntaran, Red). Pak ketua mengatakan itu bukan foto dirinya. Itu foto editan dan parah sekali. Direkayasa,” ungkapnya usai menggelar rapat koordinasi.

Dikatakan, tahun ini tahun politik. Oleh karena itu semua perlu berhati hati dan tidak melakukan kampanye tidak benar, apalagi Partai Demokrat mendukung Rofik-Nurul. Simbol yang dipakai paslon Rofik-Nurul itu jari tiga, bukan I Like Lumajang.

“Kalau I Like Lumajang itu mengarah pada incumbent. Sebagai pengurus kami merasa dirugikan dengan foto hasil editan tersebut,” tukasnya.

Idris menyampaikan, Ketua DPC Partai Demokrat, dr. Buntaran, sangat menyayangkan foto hasil rekayasa dan berharap tidak sampai beredar di tempat-tempat lain. “Apapun resikonya kita kawal pak ketua secara totalitas,” tandasnya.

M. Sofi, Sekretaris DPC Demokrat Lumajang berharap ada langkah-langkah solutif dan menghentikan cara-cara yang tidak benar itu.

“Yang hobi dan yang membuat foto pak ketua demokrat tolong dihentikan. Karena Ketua DPC Demokrat itu icon partai. Tolong ditarik, dihentikan. Termasuk yang ada di medsos,” ujarnya.

Partainya, ungkap Sofi, akan menempuh jalan halus. “Tapi kalau terus menerus dilakukan dan tidak dihentikan, maka kami akan menempuh jalan lain,” imbuhnya. FIK

Advertisement