Aksi Demo Kasus Dana Desa, Kades Sumberwuluh Didesak Tidak Jadi Tahanan Kota
Hukum Suara Desa

Aksi Demo Kasus Dana Desa, Kades Sumberwuluh Didesak Tidak Jadi Tahanan Kota

LUMAJANG, PEDOMANINDONESIA.com – Puluhan warga Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, ngeluruk Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari), siang tadi. Mereka mendesak agar Kepala Desa (Kades) Sumberwuluh, Mustamin, yang diduga korupsi dana desa (DD), ditahan di rutan.

Seperti diketahui, Kades Sumberwuluh ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi proyek di desanya dengan kerugian negara mencapai sekitar Rp 130 juta.

Kejari Lumajang memutuskan untuk mengalihkan penahanan Kades Sumberwuluh menjadi tahanan kota setelah warganya ngeluruk Kantor Kejari Lumajang.

Kades Sumberwuluh

Koordinator aksi, Gus Nawawi, menyatakan, pihaknya tidak mempersoalkan apakah tersangka menjadi tahanan kota atau tidak.

“Yang menjadi persoalan adalah siapa yang menggerakkan massa saat melakukan aksi demo pada malam hari, apalagi tidak berizin dan terkesan anarkis,” katanya di depan Kantor Kejari.

Dijelaskan, saat dialog dengan pihak Kejari Lumajang, Kepala Kejari (Kajari) Lumajang, Teuku Muzafar SH, mengatakan, pengalihan penahanan menjadi tahanan kota dilakukan demi kondusifitas warga Sumberwuluh waktu itu.

“Kajari tidak bisa merubah keputusan tersebut dari tahanan kota menjadi tahanan kejaksaan, dan proses¬†hukum akan terus jalan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Beliau siap waktu sebulan kasus ini akan disidangkan,” ungkap Nawawi menirukan Kajari di hadapan para demonstran.

Sementara itu, Syaifullah, pelapor kasus DD Kades Sumberwuluh, berharap Kades Sumberwuluh di tahan di rutan, bukan tahanan kota.

“Kami juga meminta untuk menindaklanjuti seorang peneror lembaga negara, dan yang melakukan aksi demo serta menjemput paksa Kades di Kejaksaan Lumajang,” ujarnya.

Kasus ini, kata Syaifullah, sudah dilaporkan sejak tahun 2016, namun baru ditetapkan jadi tersangka setelah ada aksi demo.

“Kajari siap sebulan disidangkan, kami akan mengawal proses persidangan hingga tuntas sebab ini merugikan keuangan negara,” pungkasnya.

Pada aksi tersebut, ratusan porsonil kepolisian diterjunkan untuk mengamankan jalannya aksi.DIN

Advertisement