Pegiat Sejarah Minta Alokasikan Anggaran Untuk Situs di Lumajang
Pariwisata

Pegiat Sejarah Minta Alokasikan Anggaran Untuk Situs di Lumajang

LUMAJANG, PEDOMANINDONESIA.com – Beberapa cagar budaya milik Kabupaten Lumajang, tidak pernah mendapatkan kucuran dana dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, khususnya Dinas Pariwisata Budaya (Disparbud). Akibatnya, benda benda cagar budaya, kawasan situs bersejarah, terlihat tidak terawat. Bahkan, salah satu situs biting (bastion/ pengungakan), di Dusun Biting, Desa Kutorenon, Sukodono, rusak akibat tergerus air.

Di sisi lain, Kabupaten Lumajang sering menggelar kegiatan dengan anggaran yang lumayan besar. Seharusnya dari sekian besar dana untuk event tersebut, bisa dialokasikan untuk merawat cagar budaya yang ada di Kabupaten Lumajang.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit (MPPM) Timur, Mansyur Hidayat, menyayangkan karena sampai sekarang belum dibentuk Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Lumajang.

“Seharusnya Tim Ahli Cagar Budaya itu dibentuk sebab Peraturan Daerah nya sudah ada. Tinggal nanti dibuatkan Peraturan Bupati (Perbup) nya saja, baru bisa bertindak,” jelasnya.

Anggaran kegiatan setiap tahun, misalnya, kata Mansyur, jangan terlalu dihambur-hamburkan untuk even yang outputnya kurang mengena kepada cagar budaya.

“Bayangkan kalau anggaran Rp ratusan juta untuk acara Loemajang Tempo Doeloe, coba kalau disisihkan sedikit untuk perawatan bisa bermanfaat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang, Deni Rokhman, AP, menyampaikan, penanganan sementara dilakukan oleh BPBD Lumajang.

“Kita juga akan segera melaporkan dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait”, paparnya.

Mansyur menyatakan, ada 6 pengungakan/ bastion (menara pengintai/ benteng) yang ditemukan di setiap sebrang sungai. Namun, saat ini tersisa 2 buah dan salah satunya terdampak longsor. Usia situs ini diperkirakan sekitar 700 tahun. DIN

Advertisement