Rusunawa Lumajang Dibiarkan Bocor, Penghuni Banyak Keluar
Komunitas

Rusunawa Lumajang Dibiarkan Bocor, Penghuni Banyak Keluar

LUMAJANG, PEDOMANINDONESIA.com – Rusunawa (rumah susun sederhana sewa) yang berada di Jl. Gubernur Suryo Embong Kembar (barat terminal lama) Lumajang, sudah 2 tahun dihuni para penyewa.

Dari ratusan rumah yang dihuni, ternyata sudah banyak yang rusak (kondisinya ada yang parah ada yang hanya bocor/ merembes).

“Kalau jumlahnya saya gak tahu, Mas. Tapi cukup banyak. Bahkan ada yang sejak awal sudah gak dihuni karena bocor”, ungkap beberapa penghuni Rusunawa, saat ngobrol dengan media ini, kemarin.

Dia menyampaikan, kondisi tersebut sudah pernah disampaikan kepada dinas yang menangani soal Rusunawa, namun hingga kini belum juga ada penanganan. “Katanya sih tahun ini akan ditangani”, ujarnya.

Penghuni yang tidak punya alternatif lain untuk pindah (ngontrak rumah) semurah rusunawa, terpaksa tetap tinggal di sana (rusunawa) meskipun harus bersabar saat hujan. Sementara penghuni yang sudah tidak nyaman harus meninggalkan rusunawa yang mereka sewa.

“Ada yang sejak awal ditinggalkan penghuninya karena bocor, merembes itu tadi”, ujarnya lalu diiyakan oleh penghuni yang lain.

Pantauan Pedomanindonesia.com, beberapa rumah memang tidak lagi di tempati penghuninya. Kondisinya tertutup rapat. Jika bisa segera ditangani dengan cepat, maka bisa diisi oleh calon penghuni lain yang sudah lama antri.

Ir. Nugrowo Dwi Atmoko, Kepala Bappekab merangkap Plt Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Lumajang, menyampaikan, dirinya belum menerima laporan atas kondisi perkembangan Rusunawa.

“Saya belum dapat laporan rinci dari teman-teman karena baru dua kali ke sana, Mas”, ungkapnya saat dikonfirmasi lewat WA, Minggu, 11 Maret 2018.

Sekedar diketahui, Rusunawa diperuntukkan bagi masyarakat Lumajang yang berpenghasilan rendah (dibawah UMK Lumajang sekitar Rp 1,5 juta/ bulan) dan belum memiliki rumah layak huni. Sewanya, pun tidak lebih dari 6 tahun.

Artinya, setelah 6 tahun mereka diharapkan mereka sudah bisa memiliki rumah sendiri atau sudah mampu menyewa rumah lebih dari Rusunawa.

Dari data yang ada, terdapat 198 KK yang menempati Rusunawa lengkap dengan fasilitas dapur, kamar mandi, dan ruang tamu. Bahkan di dalamnya ada ruang pertemuan/ rapat cukup besar.

Jika dibandingkan dengan rumah sewa lainnya, sewa Rusunawa tergolong sangat murah. Untuk lantai paling bawah Rp 100 ribu, lantai dua Rp 80 ribu, lantai tiga Rp 60, lantai empat Rp 40 ribu/ bulan.

Khusus lantai bawah sendiri untuk lansia dan difabel. Rusunawa ini baru ditempati oleh para penyewa pertama sejak 2015 – 2021.

Akhir tahun 2017 (data di Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Lumajang), ada sekitar 278 lebih calon penghuni baru Rusunawa. DIN

Advertisement