Biaya Ambulan Desa Ada Yang Nanggung dan Harus Dipakai Sesuai Aturan
Peristiwa

Biaya Ambulan Desa Ada Yang Nanggung dan Harus Dipakai Sesuai Aturan

LUMAJANG, PEDOMANINDONESIA.COM – Biaya operasional ambulan desa Lumajang menjadi tanggungan pihak desa melalui APBDes (Anggaran Pendapat dan Belanja Desa).

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Layanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Lumajang, Rina Dwi Astutik Dina Kabupaten Lumajang.

Dia menegaskan jika melibatkan swadaya warga, maka perlu diatur dalam Peraturan Desa (Perdes).

“Jika masing-masing desa pengguna ambulan desa memiliki perdes tentang dana swadaya itu, harusnya disosialisasikan pada masyarakat”, ungkapnya, Senin (12/3).

Anggaran operasional ambulan desa dalam APBDes, per tahun bisa mencapai hingga Rp 15 juta. Baik untuk biaya perawatan kendaraan, upah sopir, bahan bakar (BBM), juga termasuk pajak kendaraan.

Dia menandaskan, ambulan desa digunakan sesuai fungsinya, bukan digunakan untuk fungsi lain misalnya untuk ngangkut orang kondangan.

Sebagaimana aturan yang berlaku, pejabat desa wajib melaporkan pemanfaatan ambulan desa kepada Dinas Kesehatan setiap bulan. “Pihak desa memberikan pelaporan itu paling lambat tanggal 10”, ujarnya.

Laporan tersebut menjadi salah satu evaluasi terhadap ketepatan sasaran, waktu, dan kelancaran pemanfaatan ambulan desa itu.

Pemberian ambulan desa dimulai sejak tahun 2009 dan bertahap. Tahun ini, sudah 166 desa yang digerojok ambulan. Sedangkan sisanya sebanyak 32 sisanya menunggu giliran.

Program ambulan desa itu punya tujuan menekan angka kematian karena lambatnya penanganan. “Makanya desa-desa yang secara geografis jauh dengan akses kesehatan diprioritaskan”, imbuhnya. DIN

Advertisement