Laskar Hijau Minta Polisi Tegas dan Mendesak Pelaku Diadili
Peristiwa

Laskar Hijau Minta Polisi Tegas dan Mendesak Pelaku Diadili

LUMAJANG, PEDOMANINDONESIA.COM
Hari Kurniawan, SH, Relawan Laskar Hijau Bidang Hukum menegaskan, langkahnya melaporkan kepada pihak Kepolisian terkait pembakaran hutan lindung sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No.P.23/MENLHK/Setjen/Set.1:3/2017 Tentang Tata Cara Pengelolaan Pengaduan Dugaan Pencemaran dan/atau Perusakan Lingkungan Hidup dan/atau Perusakan hutan.

Di dalam Pasal 26 Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No. P.23/MENLHK/Setjen/Set.1:3/2017 Tentang Tata Cara Pengelolaan Pengaduan Dugaan Pencemaran dan/atau Perusakan Lingkungan Hidup dan/atau Perusakan hutan disebutkan bahwa, jangka waktu pengelolaan pengaduan mulai dari penerimaan pengaduan sampai dengan tindak lanjut laporan hasil pengaduan dilaksanakan paling lambat 30 hari kerja sejak pengaduan dinyatakan lengkap.

“Tetapi sampai 1 tahun ini laporan kami kurang mendapat respon yang positif dari pihak kepolisian. Padahal, sesuai dengan Instruksi Presiden No. 11/2015 ini tentang peningkatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan tugas kepolisian adalah Kapolri beserta jajarannya meningkatkan penegakan hukum dan memberikan sanksi yang tegas terhadap perorangan atau badan hukum yang terlibat dengan kegiatan pembakaran hutan dan lahan”, selorohnya.

Bahkan kata dia, pelaku pengerusakan masih bebas berkeliaran terkesan adanya dugaan “pembiaran”, sehingga pelaku semakin berani melakukan pengerusakan hutan lindung Gunung Lemongan.

Pengerusakan hutan lindung adalah termasuk kategori “delik biasa” yang harus segera dilakukan penindakan karena bukan “delik aduan” (Klacht Delict), walaupun dalam aturannya bisa melalui pengaduan masyarakat.

Laskar Hijau mengutuk keras pelaku perusakan Posko Laskar Hijau dan pohon-pohon di Gunung Lemongan dan mendesak Kepolisian RI untuk mengusut tuntas kasus ini serta menindak lanjuti semua laporan Laskar Hijau dan Perhutani yang terkait dengan perusakan hutan di Gunung Lemongan. “Serta menindak tegas pelaku perusakan hutan”, pintanya.

A’ak Abdullah Al-Kudus, Koordinator Laskar Hijau, menyampaikan, pihaknya melakukan konservasi di Gunung Lemongan Lumajang bukan tanpa dasar.

“Kami mempunyai Perjanjian Kerja Sama Penyelamatan Hutan Dan Lingkungan Gunung Lemongan di KPH Probolinggo antara Perum Perhutani dengan Laskar Hijau”, ujarnya, Selasa (13/3). DIN

Advertisement