Advertisement
Badaar Siap Menangkan Paslon Rofik-Nurul
Peristiwa

Badaar Siap Menangkan Paslon Rofik-Nurul

LUMAJANG, PEDOMANINDONESIA.COM – Barisan Muda Aba Rofik (Badaar) Kabupaten Lumajang, siap memenangkan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Lumajang Periode 2018-2023.

Hal ini dibuktikan dengan hadirnya ratusan anggota dan pengurus Badaar seluruh Kabupaten Lumajang, Jum’at dan Sabtu kemarin.

“Biarkan isu-isu yang berkembang. Jangan termakan isu. Pengurus Badaar se Kabupaten Lumajang tetap merapatkan barisan dan selalu berkoordinasi. Aba Rofik Nurul Huda harus menang di atas 50 persen”, papar Sukan, Koordinator Badaar.

Badaar, ungkap Sukan, siap lahir batin memenangkan Aba Rofik Nurul pada pertarungan Pilkada 2018-2023.

“Kita, Badaar siap bergerak di seluruh desa se Kabupaten Lumajang. Ada ribuan massa yang akan menjaga suara Aba Rofik dan Nurul Huda sampai menjadi Bupati dan wakil bupati Lumajangl,” ucapnya bersemangat.

Sementara itu, Drs. Ayub Khan, anggota DPR RI dapil Lumajang-Jember, menyampaikan, Badaar tetap santun dan jangan melakukan Black Compaign. Dia juga menyinggung bahwa potensi sumber daya alam di Lumajang sangat besar, namun tidak dikelola dengan baik.

“Maka kehadiran Aba Rofik-Nurul Huda sangat tepat untuk menjadikan Lumajang baru dan lebih maju”, tukasnya.

Sedangkan Aba Rofik, dalam sambutannya, berkomitmen akan memajukan Lumajang dan membuat terobosan-terobosan baru.

“Lumajang baru berarti kita akan melakukan yang baru yang tidak dilakukan oleh bupati sebelumnya maupun calon bupati lainnya”, ungkapnya saat menghadiri acara tersebut.

Hanya saja, Aba Rofik, menggaris bawahi, bahwa membangun Lumajang harus bersama rakyat dan birokrasi. Birokrasinya harus ditata secara profesional.

“Lumajang luar biasa bagusnya. Tapi belum dikelola dengan maksimal terutama potensi wisatanya, pertaniannya, pertambangannya. Potensi-potensi tersebut akan kita garap semua secara profesional”, paparnya.

Ir. Nurul Huda, cawabup Lumajang, mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Lumajang rendah.Income perkapita Lumajang Rp 2,1 jt/ bulan. Mestinya income perkapita Rp 15 juta/ bulan.

“IPM kita juga masih urutan 10 besar dari bawah. Kemudian ada 300 ribu jiwa miskin. Kita ini sebenarnya kaya tapi miskin. Berati ada  yang keliru dalam tata kelola pemerintahan ini. Tata kelola pemerintahan belum berjalan baik dan  kurang profesional”, ujar Nurul yang berpasangan dengan Cabup H. Rofik.

Akibatnya terjadi pengangguran, lapangan pekerjaan minim, dan pada akhirnya kondisi daerah tidak aman.

“Untuk itu saya bersama Aba Rofik hadir mengatasi berbagai persoalan dengan cepat”, selorohnya berkomitmen. DIN

Advertisement