Pasar Rakyat Di Lumajang Jauh dari SNI
Ekonomi

Pasar Rakyat Di Lumajang Jauh dari SNI

LUMAJANG, PEDOMANINDONESIA.com – Masih jauh panggang dari api. Itulah gambaran pasar rakyat yang dikelola oleh Kabupaten Lumajang. Mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 8152 : 2015, sejumlah pasar rakyat tesebut masih jauh dari standarisasi pasar rakyat.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sarana Prasarana Perdagangan Dinas Perdagangan Kabupaten Lumajang, Suherman SH, menyampaikan,  ada 32 pasar rakyat belum memenuhi kriteria (sebelumnya hanya ada 30 pasar rakyat yang dikelola Pemkab).

Dikatakan, untuk memenuhi kriteria SNI tipe 3 pasar-pasar di Lumajang masih jauh, bahkan saat ini masih berada di kelas 3 belum kelas 1.  “Dua pasar rakyat yang diserahkan kepada Pemkab Lumajang adalah pasar MKS di Kelurahan Ditotrunan dan Pasar Damai di Kelurahan Jogotrunan,” ujarnya.

Pun dengan Pasar Baru Lumajang. Meskipun termasuk pasar utama di Kabupaten Lumajang, Pasar Baru Lumajang ini juga masih belum memenuhi SNI. Pasalnya, salah satu syarat untuk memenuhi SNI adalah kerapian dan bagusnya bagusnya penataan parkir.

“Di samping itu, kewajiban adanya tempat untuk ibu menyusui, lemari pendingin, kantor pengelola dan alat pemadam api, dan masih banyak lainnya,” ungkapnya.

Sebagai bagian bidang pengelolaan sarana prasarana perdagangan, pihaknya, kata Suherman, terus berupaya agar pasar rakyat tidak mati dan tetap eksis di tengah menjamurnya pasar modern di era globalisasi ini.

“Makanya, agar tetap eksis, pasar tradisional berubah. Tempatnya harus direhab, lantainya harus keramik, drainase harus bagus dan atap galvalum. Jika tidak bisa tergilas,” paparnya.

Suherman juga menyampaikan, saat ini ada beberapa pasar yang direhab, misalnya Pasar Buah di Desa Wates Wetan, Kecamatan Ranuyoso sudah (dana rehap Rp 4 miliar lebih), Pasar Sukodono, Candipuro, Kunir, dan beberapa lainnya rehab ringan. DIN

Advertisement