Tim Anti Teror Polres Lumajang Bekuk Penebar Teror
Hukum Peristiwa

Tim Anti Teror Polres Lumajang Bekuk Penebar Teror

LUMAJANG, PEDOMANINDONESIA.com – Tim Gabungan dari Sat Intelkam & Unit Resmob Satreskrim Anti Teror Polres Lumajang, Jawa Timur, berhasil membekuk pemuda penebar teror (kasus pelemparan batu di jalan umum terhadap kendaraan roda empat/ “street crime”. Tim Anti Teror dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran SH M.Hum, kemarin.

Ceritanya, aksi pelemparan mobil terjadi di Jalan Raya (depan SMA Negeri 1 Tempeh Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh Lumajang), pada Minggu (8/7/2018), sekitar pukul 23.00 WIB.

Parahnya, yang menjadi korban pelemparan mobil adalah anggota Polres Lumajang bernama Ade Mones Ilham (29), warga Jalan Kapten Suwandak XII/10 RT 02 RW 05, Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan Lumajang.

“Kebetulan anggota Polres ini bertugas di Ba Satlantas Polres Lumajang,” kata AKP Hasran. Pihak kepolisan sudah mengamankan tiga pelaku yakni Solikin (19), warga Dusun Tempuran, Desa Selok Anyar, Kecamatan Pasirian.

Solikin perannya sebagai joki dan pemilik ranmor merk Yamaha Vixion tahun 2011 warna hitam nopol : N 4640 ZV, NoKa : MH33C1005BK658665 dan NoSin : 3C1659517.

“Pelaku lainnya, yakni Slamet dan Jefri, warga Desa Selok Anyar, Kecamatan Pasirian belum tertangkap. Si Jefri ini berperan sebagai pelempar batu,” tuturnya.

Barang bukti yang berhasil antara lain : 1 unit sepeda motor merk Yamaha Vixion tahun 2011, warna hitam nopol : N 4640 ZV, No.Ka : MH33C1005BK658665, No.Sin : 3C1659517 a/n Achmad Sugandu, warga Dusun Kebonan, Desa Gesang, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang.

Barang bukti lainnya berupa pecahan kaca kendaraan R4 jenis Toyota Kijang Innova tahun 2010 warna silver metalik Nopol : N 838 ZZ. Modusnya, setelah pesta miras jenis alkohol 70 persen yang dioplos sendiri, mereka mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion bersama kedua teman lainnya.

“Saat berpapasan dengan kendaraan ini mereka melemparkan batu dan mengenai kaca mobil bagian depan. Akibatnya kaca mobil korban pecah”, ungkapnya.

Saat diintrogasi Solikin mengakui bahwa hari itu juga melakukan perbuatan serupa di jalan Raya Desa Tempeh Lor, Kecamatan Tempeh terhadap sebuah mobil Luxio yang berpapasan dengan pelaku.

“Kita lakukan upaya pendekatan secara persuasif dan humanis. Pihak keluarga telah menyerahkan pelaku ke Polsek Tempeh Lumajang pada hari Rabu (11/7) malam”, tuturnya.

Atas perbuatannya pelaku akan dijerat dengan pasal berlapis, karena melakukan tindak pidana kekerasan terhadap barang dan atau pengerusakan, sebagaimana dalam Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 55 Jo Pasal 406 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 Tahun 6 bulan.

Polisi terus mencari pelaku lain dan mengembangkan terhadap dugaan adanya korban lain. Sedangkan pelaku yang tertangkap ditahan di Rutan Polres Lumajang untuk kepentingan penyidikan. DIN

Advertisement