Gara-Gara Menahan Uang Tunjangan Kasun Kades Kertowono Gucialit Dipenjara 6 Bulan
Hukum Peristiwa

Gara-Gara Menahan Uang Tunjangan Kasun Kades Kertowono Gucialit Dipenjara 6 Bulan

LUMAJANG, PEDOMANINDONESIA.COM – Jangan coba-coba menahan gaji/ bayaran/ tunjangan bawahan dengan alasan apapun jika tidak ingin berhadapan dengan hukum dan masuk penjara.

Seperti halnya yang menimpa Sutiyono. Kades Kertowono, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur ini harus menjalani hukuman selama 6 bulan penjara karena menahan/ tidak memberikan uang tunjangan kasunnya sendiri sebesar Rp 7,5 juta. Dia divonis bersalah oleh MA, beberapa waktu lalu.

Kasus ini sebenarnya terjadi pada tahun 2015. Saat itu, entah karena alasan apa, tunjangan yang seharusnya diterima kasun Rp 7,5 juta ini, tidak diberikan kepada yang bersangkutan. Padahal, uang dan bukti pencairan dari bendahara sudah ada.

“Karena tidak diberikan hak si kasun ini, akhirnya dia lapor ke Polsek, lalu ke Polres kemudian masuk persidangan Pengadilan Negeri (PN) Lumajang. Namun, Majelis Hakim memutus dia bebas. Kita kemudian naikkan ke MA (Mahkamah Agung) dan menang. MA memutus bersalah bersangkutan, sebagaimana diatur dalam pasal 374 KUHP tentang penggelapan atas jabatan dengan mengganjar 6 bulan hukuman penjara”, ungkap Kajari Lumajang, Teuku Muzafar, SH, MH, setelah mengeksekusi Sutiyono, di Kantor Kejari Lumajang, Senin (16/7/2018).

Dijelaskan, Kades Kertowono ini kini tinggal menjalani hukuman penjara selama 2 bulan setelah menjalani tahanan kota. Saat akan dieksekusi Kades Sugiyono membawa ratusan pendukungnya ngeluruk Kantor Kejari dengan menaiki truk. Sembari menunggu Kades Sutiyono yang dalam proses eksekusi para pendukungnya duduk-duduk di depan Gedung Kejari.

Di dalam ruangan, Sutiyono sempat berdebat dengan Kajari terkait vonis tersebut. Kajari menjelaskan, bahwa pihaknya hanya menjalankan putusan MA. Jika bersangkutan tidak terima, dipersilahkan melakukan upaya hukum lain, yakni PK (Peninjaun Kembali).

“Yang jelas kita menjalankan putusan MA.Silahkan bersangkutan mengajukan PK dengan catatan ada bukti baru, novum baru. Proses PK ini bisa memakan waktu sekitar 3 bulan sementara hukuman dia tinggal 2 bulan”, ujarnya.

Rencananya, pihak kejaksaan akan memanggil paksa Kades Sutiyono karena panggilan pertama dan kedua tidak dia gubris. Tapi karena pria yang masih menjabat 1 periode menjabat Kades Kertowono ini datang bersama ratusan pendukung, maka pemanggilan secara paksa diurungkan.

Muzafar, menambahkan, sebetulnya, laporan kasun itu menyangkut korupsi. Tapi pihak Kejari menilai itu masuk kasus penggelapan atas nama jabatannya apalagi nilainya sebesar Rp 7,5 juta. “Kalau masuk kasus korupsi, biaya perkaranya akan lebih besar ketimbang nilai perkaranya,” tukasnya.

Dia meminta agar bersangkutan menjalankan keputusan Mahkamah Agung ini dan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar di Desa Kertowono, Gucialit tetap kondusif.

Pantauan PedomanIndonesia.com, tak lama setelah di ruang jaksa, Kades Sutiyono keluar langsung dimasukkan ke mobil tahanan kejaksaan menuju lapas timur Alun-Alun Lumajang. Dua mobil polisi melakukan pengawal. Para pendukungnya kemudian ikut meninggalkan Kantor Kejari dengan tertib tanpa ada teriakan protes sedikitpun.  SYAM

Advertisement