Capacity Building, KPM Perlu Ditingkatan
Kesehatan Politik & Pemerintahan

Capacity Building, KPM Perlu Ditingkatan

dr. Bayu Wibowo

LUMAJANG, PEDOMANINDONESIA.COM – Desa Siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya manusia, kemampuan, dan kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana/ kegawat daruratan kesehatan secara mandiri. Sebuah desa dikatakan menjadi Desa Siaga apabila desa tersebut memiliki sebuah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes).

Poskesdes adalah Upaya Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dibentuk di desa dalam rangka mendekatkan/menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa. Di samping itu, Poskesdes menjadi sarana kesehatan yang pelayanannya meliputi peningkatan hidup sehat (upaya promotif), pencegahan penyakit (preventif) dan pengobatan penyakit (kuratif) yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dengan melibatkan kader atau tenaga sukarela lainnya.

“Sementara Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) adalah anggota masyarakat desa  atau kelurahan yang telah mendapatkan sosialisasi tentang Desa/ Kelurahan Siaga Aktif, memiliki pengetahuan, kemauan dan kemampuan untuk menggerakkan masyarakat, berpartisipasi dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan partisipatif di desa atau kelurahan siaga”, demikian poin-poin dalam sambutan tertulis Plt Kadinkes, Ir. Agus Widarto, MM, dalam acara Capacity Building, di Aula lantai II Dinkes Lumajang, Selasa (24/7/2018).

Sementara itu, Sekretaris Dinkes, dr. Bayu Wibowo, menyampaikan, perkembangan Desa/Kelurahan Siaga Aktif PURI di Kabupaten Lumajang harus selalu dikawal agar capaiannya mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Mengingat pada tahun tahun 2017 hanya ada 10,24% Desa dan Kelurahan Siaga Aktif dengan strata PURI dari target 12%.

“Hasil monitoring dan evaluasi pada beberapa desa INSPIRATOR PHBS (Desa Siaga Unggulan Kabupaten Lumajang) tahun 2017, salah satu masalah yang menyebabkan kurang optimalnya perkembangan Desa Siaga karena kurangnya pemahaman dan pengetahuan KPM terhadap peran dan fungsinya dalam pengembangan Desa Siaga Aktif,” paparnya.

Di samping itu, belum adanya tim siaga bencana di desa/kelurahan juga menjadi masalah yang harus segera ditangani. Apalagi kesiap siagaan terhadap bencana menjadi salah satu prioritas dalam pengembangan Desa/Kelurahan Siaga Aktif.

“Peran KPM sangat potensial dalam pengembangan Poskesdes dan Desa/ Kelurahan Siaga Aktif. KPM diharapkan mampu menjadi motivator dan penggerak masyarakat untuk lebih mandiri dalam menangani masalah kesehatannya sendiri. Desa/Kelurahan Siaga diharapkan mampu siap siaga dalam menghadapi bencana,” ujarnya.

Oleh karena itu, perlu ada tambahan pengetahuan dan keterampilan KPM dalam kesiap siagaan bencana, pengelolaan Poskesdes dan Desa Siaga menuju peningkatan strata Poskesdes dan Desa Siaga Aktif PURI.

dr. Bayu juga menyampaikan, tujuan kegiatan ini (Capacity Building) antara lain ; meningkatkan pengetahuan peserta tentang Peran KPM dalam Pemberdayaan Masyarakat di Desa, meningkatkan pengetahuan peserta tentang Kesiapsiamaan Bencana, dan meningkatkan keterampilan peserta dalam menyusun rencana tindak lanjut pasca kegiatan.

Kegiatan tersebut diikuti oleh petugas Promkes Puskesmas, perawat desa/bidan desa, sekretaris desa, Ketua Forum kader pemberdayaan masyarakat, pengurus Desa Siaga , hansip/ linmas desa yang berasal dari 7 Desa INSPIRATOR PHBS Angkatan 1 yaitu :

No. Desa/Kelurahan Kecamatan Puskesmas
1. Tempursari Tempursari Tempursari
2. Sumberurip Pronojiwo Pronojiwo
3. Denok Lumajang Rogotrunan
4. Pejarakan Randuagung Randuagung
5. Wonokerto Gucialit Gucialit
6. Kudus Klakah Klakah
7. Ditotrunan Lumajang Rogotrunan

Sedangkan nara sumber dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang. SYAM

Advertisement