Cegah Kematian Bayi dan Ibu Melahirkan Dinkes Gelar AMP Medis
Kesehatan

Cegah Kematian Bayi dan Ibu Melahirkan Dinkes Gelar AMP Medis

LUMAJANG, PEDOMANINDONESIA.COM – Untuk mengurangi angka kematian bayi dan ibu melahirkan, Dinkes Kabupaten Lumajang, terus menerus melakukan upaya maksimal. Setelah mempersiapkan rumah singgah untuk ibu yang hendak melahirkan, di Jalan Veteran Lumajang, Dinkes menggelar acara audit terkait kematian ibu melahirkan atau bayi yang baru lahir (Audit Maternal Perinatal/AMP)) Medis, di salah satu rumah makan di Lumajang.

Dalam acara tersebut, dr. Rosyidah, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Lumajang, menyampaikan, kematian ibu melahirkan terbanyak disebabkan karena keracunan kehamilan (preeklamsi) dan pendarahan saat melahirkan.

“Hasil auditnya seperti itu. Saat ini, ada 11 kasus kematian ibu melahirkan. Makanya kita mendatangkan nara sumber seorang dokter dari Rumah Sakit dr. Soetomo Surabaya untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan serta peningkatan kualitas pelayanan”, ujarnya.

Preeklamsia adalah sebuah komplikasi pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan tanda-tanda kerusakan organ, misalnya kerusakan ginjal yang ditunjukkan oleh tingginya kadar protein pada urine (proteinuria).

Gejala preeklamsia biasanya muncul saat usia kehamilan memasuki minggu ke-20 atau lebih (paling umum usia kehamilan 24-26 minggu), sampai tak lama setelah bayi lahir. Preeklamsia yang tidak disadari oleh sang ibu hamil bisa berkembang menjadi eklamsia, kondisi medis serius yang mengancam keselamatan ibu hamil dan janinnya

Yang dihadirkan acara tersebut adalah para bidan desa se Kabupaten Lumajang. Menurut dokter Ros, panggilan dr. Rosyidah, mereka inilah yang bersinggungan langsung dengan masyarakat di desa.

“Para bidan ini ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat bawah”, ujarnya. Dijelaskan, kematian ibu melahirkan tersebar di beberapa kecamatan. Mulai dari Ranuyoso, Randuagung, Padang, Kedung Jajang, Pasirian, Tekung, dan Candipuro.

Agar angka kematian ibu melahirkan ini bisa turun drastis, Dinkes Lumajang sebenarnya sudah memiliki protap yakni Asri Medical Center (AMC) terpadu dan Screening Prereklamsi. “AMC terpadu dan screening preklamsi wajib dilakukan oleh semua ibu hamil, baik yang posisinya menengah ke bawah atau menengah ke atas”, katanya.

Perempuan berjilbab ini, menjelaskan, umumnya ibu hamil kelas menengah ke atas biasanya ke dokter spesialis dan tidak terakam di bidan desa. Maka dari itu, pihaknya kata dokter Ros, berkirim surat ke para dokter spesialis untuk melakukan AMC terpadu itu.

Target acara ini adalah para bidan desa mampu dan bisa melaksanakan screening prereklamsi dan screening pendarahan. “Dan apabila ada pendarahan maka para bidan ini bisa melaksanakan tata laksana pendarahan dengan benar”, ungkapnya.

Acara tersebut diisi dengan Deklarasi para bidan untuk mendukung pemberian ASI Ekslusif dalam rangka Pekan ASI Sedunia. SYAM

Advertisement