Advertisement
Kantor BPRD Lumajang  ‘Sumpek’, Pelayanan Lamban dan Mengecewakan
Politik & Pemerintahan

Kantor BPRD Lumajang ‘Sumpek’, Pelayanan Lamban dan Mengecewakan

LUMAJANG, PEDOMANINDONESIA.com – Bupati dan Wakil Bupati Lumajang terpilih periode 2018-2023, Cak Thoriq dan Bunda Indah, seringkali menyinggung soal pelayanan di Pemkab Lumajang yang kurang maksimal. Bahkan saking buruknya, pada tahun 2017, Ombudsman Jawa Timur, memberikan rapor merah pada kabupaten ini dalam hal pelayanan kepada masyarakat.

Pemberian rapor merah, tidak menjadi lecutan dan pemicu birokrasi ini berubah drastis lebih baik. Justeru pelayanannya tetap, bahkan semakin turun. Hal ini bisa dibuktikan di salah satu Kantor Badan Pengelola Retribusi Daerah (BPRD) Kabupaten Lumajang.

Dalam hal pelayanan yang sudah era digital masih saja terlihat lamban sehingga membuat masyarakat kecewa berat. “Terus terang kami kecewa dengan kantor pajak ini. Untuk membayar pajak saja, harus menunggu hampir 3 jam. Coba bayangkan. Padahal gak terlalu ramai. Ini model pelayanan macam apa,” tukas Atik yang mengurus pembayaran pajak.

Dia mengaku heran mengapa petugas kantor BPRD lamban mengerjakan berkas yang disodorkan  bersama rekan-rekannya yang lain.

“Apa harus lama ngisi datanya.¬† Padahal ada sekitar 8 loket. Tak pikir bayar pajak reklame itu cepat, ternyata berjam-jam. Kami juga ingin cepat karena banyak pekerjaan lain harus diselesaikan,” keluhnya.

Bekti yang ikut Atik hendak menyelesaikan pembayaran, menambahkan, pelayanan kantor BPRD memang sangat lamban. Padahal, yang antri saat sudah tidak ada.

“Jengkel juga jika kondisi pelayanan seperti ini. Berjam-jam lamanya kita menunggu hanya membayar pajak reklame yang jumlahnya 14 titik reklame. Kalau ada 500 sampai 100 titik, bisa-bisanya setahun nunggunya,” pungkasnya protes.

Dia menambahkan, jika kantor DPM-PTSP tutup bisa-bisa masang banner nya besok pagi sehingga tidak sesuai dengan jadwal yang diberikan.

Bukan hanya Atiek dan Bekti yang mengeluh. Sebelumnya, pekan lalu, ketika PEDOMANINDONESIA.COM bersama media terbitan nasional, hendak konfirmasi ke Plt BPRD, Susiyanto, beberapa orang yang mengurus pajak menyampaikan kritik dan keluhan atas ketidak nyamanan di dalam kantor tersebut.

“Masak Mas kantornya seperti ini. Sampeyan lihat sendiri coba. Silahkan masuk. Tempat duduknya minim. Malah meja dan kursi kanan-kiri persis di dekat pintu masuk. Gak layak sebagai kantor pelayanan. Belum lagi ngurusnya lama sekali,” kata seorang pria saat hendak membayar pajak yang enggan disebutkan identitasnya.

Sementara itu Kepala Kantor BPRD Kabupaten Lumajang, Susiyono tidak berada di tempat karena menghadiri rapat anggaran di Malang dan Surabaya. Sebelumnya, pekan lalu, Susiyanto juga tidak menjawab ketika dikonfirmasi lewat WA oleh media Pedomanindonesia.com bersama Radar Jember. Padahal isi WA nya sempat dibaca.

“Pak, saya sama wtw radar. mau wawancara sebentara di kantor BPRD”. Begitu isi WA pertama. Karena hanya dibaca tidak dibalas, Susiyanto dikirim foto bahwa 2 media ini berada di Kantor BPRD. Karena hanya dilihat/dibaca, disusul WA ketiga berisi kalimat, “Ohya saya lagi mau konfirmasi terkait dengan pelayanan di OPD OPD. trims, pak”.

Setelah lama menunggu, dia keluar dari dalam kantor dan ‘ngacir’ masuk ke dalam mobil plat merah yang sudah disiapkan sang sopir di depan kantor BPRD. Setelah cukup lama, Susiyanto baru menjawab WA tersebut dengan kalimat, “Maaf sy rapat dgn pak.Sekda di pemkab”. DIN

Advertisement