Advertisement
PKL Resah Elpiji 3 Kg Mahal dan Sulit
Peristiwa

PKL Resah Elpiji 3 Kg Mahal dan Sulit

LUMAJANG, PEDOMANINDONESIA.COM – Pedagang Kaki Lima (PKL) Lumajang, Jawa Timur, setiap hari resah. Pasalnya, selain harga gas elpiji 3 Kg melambung tinggi, barang ini menjadi langka dan sulit didapat.

“Susah, Mas untuk beli elpiji yang 3 Kg. Saya punya 3 tabung semuanya kosong, sedangkan yang ini harganya sudah Rp 20 ribu”, ujar Bu Sulhan, salah seorang pemilik ¬†warkop dan penjual gorengan/ jajanan Kambing ini.

Dia mengaku kesulitan mendapatkan gas elpiji ini sejak 10 hari yang lalu. Namun yang dirasakan semakin sulit didapat sejak 3 hari yang lalu.

“Saya muter-muter mau beli gak ada. Sedangkan di tempat langganan saya beli dijatah 2 minggu sekali. Itupun harganya Rp. 20 ribu. Padahal¬†sebelumnya Rp 16.500 “, ujarnya heran.

Tentu saja kondisi ini membuat dia khawatir karena bisa berpengaruh pada usahanya sebagai penjual gorengan dan kopi.

“Kalau sampai hari ini masih sulit beli gas elpiji bisa-bisa gak jualan, Mas,”pungkasnya cemas.

Oleh karena itu, diharapkan pihak Pertamina atau pihak yang berwenang menangani masalah ini segera mengatasi. Sehingga rakyat kecil dan para pelaku usaha kecil dan menengah tidak resah.

“Katanya tidak langka, tapi kok masih sulit kita dapatkan”, selorohnya.

Hal senada juga dirasakan Pak Fikri, pemilik sebuah toko di Kutorenon Sukodono. Menurutnya, sejak seminggu yang lalu gas elpiji 3 kg dijatah.

“Hari kemarin saja dijatah 5 biji”, pungkasnya. Dia mengaku tidak tahu apa penyebab tabung gas elpiji 3 kg ini sulit didapat dan dijatah hingga mengakibatkan harganya melambung tinggi.

Dia juga berharap tidak ada pihak (baik dari pertamina maupun lainnya) yang memanfaatkan kelangkaan gas elpiji 3 kg ini, apalagi sampai ada pihak yang diuntungkan dengan kondisi ini. DIN

 

 

Advertisement