Advertisement
Narapidana Meninggal Bersama Istri di Lapas Lumajang
Peristiwa

Narapidana Meninggal Bersama Istri di Lapas Lumajang

LUMAJANG, PEDOMANINDONESIA.COM Narapidana di dalam Lapas Kelas II B Lumajang, Jum’at, 31 Agustus 2018, sekitar 09.30 WIB, meninggal dunia bersama istrinya.

 

Dialah Rasit bin Senitu (usia 30 tahun), asal Dusun Pancen Rejo RT. 02 RW. 08 Desa Pandansari, Senduro Lumajang. Pria ini merupakan tahanan titipan Penyidik  Polsek Lumajang dalam perkara tindak pidana penipuan dan penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP.

Sedangkan istrinya bernama Fatima bin Sumardi (usia 18 tahun) asal Desa Pandansari Senduro.

Ceritanya, pada hari Jum’at pagi, Fatima tgl 31 Agustus 2018, bersama Burawi (usia 60 tahun) datang menjenguk suaminya di Lapas ini. Mereka membawa 2 bungkus nasi jagung, 1 bungkus serundeng, 1 bungkus rendam daging sapi, 1 bungkus mie goreng dan 1 bungkus pisang goreng.

Sebelum masuk ke dalam ruang tahanan, barang bawaannya telah diperiksa petugas Lapas sebagaimana mestinya.

“Di areal kunjungan keluarga tahanan/ narapidana atas nama Rasit  bin Senitu dipanggil oleh petugas Lapas melalui pengeras suara. Dia datang sambil membawa sebotol air mineral (isi tidak penuh, tampak berisikan air yang agak keruh dan sedikit ada busa) menemui Istri dan Ibu kandungnya yang datang, berbaur dengan penggunjung dan narapidana lainnya,”kata AKP Hasran, SH, M.Hum, Kasat Reskrim Polres Lumajang.

Sebelum duduk di atas karpet areal kunjungan dia minta 2 gelas plastik di kantin Lapas langsung ikut duduk merangkul memeluk Istri dan Ibu Kandungnya.

Rasit menuangkan air dari botol mineral yang dipegang kedalam 2 gelas plastik dan 1 gelas diberikan kepada Istrinya dan diminum secara bersama-sama sambil saling memeluk berangkulan berdua, disaksikan Ibu kandungnya dan para pengunjung/tahanan lainnya.

 

“Selang beberapa saat kemudian masih dalam posisi duduk berpelukan secara tiba-tiba kedua duanya (suami istri) rebah terkesan sesak nafas dan membuat panik para pengunjung/tahanan yang berada di areal kunjungan Lapas”, tukasnya.

Petugas Lapas, dibantu narapidana lainnya, membawa korban ke ruangan Poliklinik untuk diberikan tindakan medis. Sayangnya kedua korban sudah menghembuskan nafas terakhirnya.

Atas peristiwa ini pihak kepolisian sudah mendatangi TK, melakukan pemeriksaan di TKP dengan dipimpin langsung Kasat Reskrim bersama Tim Inafis,Tim Penyidik dan Tim Dokkes Polres Lumajang.

“Kita melakukan pulbaket saksi saksi di TKP, mengamankan 1 botol bekas air mineral dan 2 buah gelas plastik yang terdapat sisa cairan, membawa kedua korban ke RSUD Lumajang”, ungkapnya.

Ditambahkan, pihak kepolisian berupaya mengungkap penyebab matinya korban dengan memeriksa saksi –
saksi, mengrim botol air mineral dan 2 buah gelas plastik yang terdapat sisa cairan ke Labfor Cabang Surabaya. DIN

Advertisement