Advertisement
Pasar Artagama Dijadikan Tempat Tak Senonoh
Ekonomi Politik & Pemerintahan

Pasar Artagama Dijadikan Tempat Tak Senonoh

LUMAJANG, PEDOMANINDONESIA.COM – Kondisi Pasar Artagama (sebelumnya bernama PKL Artagama) Jl. Gajah Mada/ sebelah Hutan Kota (utara Stadion Semeru) Lumajang, semakin tidak karuan dan tidak lagi terlihat sebagai pasar pada umumnya.

Bahkan, informasi yang diterima media ini, kerap kali tempat tersebut dijadikan ajang tidak senonoh oleh pasangan muda-mudi.

“Ini kawasan hitam di tengah kota, buat ‘minum’ dan mesum. Yang ‘minum’ kadang lari ke hutan kota, lampu taman sering dipecahi”, ujar beberapa pengunjung yang mengaku sering nyantai di hutan kota.

Melihat kondisi ini, pihak Dinas Perdagangan Pemkab Lumajang, menegaskan akan turun sendiri mengecek keberadaan Pasar Artagama.

“Memang ada pengaduan, ada kegiatan yang tidak sesuai dengan peruntukannya”, kata Plt Dinas Perdagangan Pemkab Lumajang, Bambang Suryo, ketika dikonfirmasi.

Selain itu, hampir seluruh pemilik stan Pasar Artagama yang mengantongi surat Hak Guna Pakai (HGP), sudah tidak melakukan aktivitas perdagangan. Kalaupun ada, hanya di stan bagian depan. Lampu-lampu penerangan yang pernah ada juga sudah tidak ada.

“Malah, ada yang menjadikan stannya sebagai gudang mainan”, ujarnya.

Oleh karena itu, kedepan kata Bambang, pihaknya akan mengatur kembali. Nama – nama pemilik akan dikumpulkan dan diajak untuk kembali menempati stan yang mereka tinggalkan.

“Kalau tidak mau menempati atau 3 bulan berturut turut tidak ditempati, ya harus dikembalikan ke Pemkab. Kalau mau, kita tata ulang”, pungkasnya.

Dijelaskan, awal berdiri, jumlah stan pasar ini sekitar 55 buah. Kini hanya sekitar 7 stan yang berdiri. Itu pun di bagian depan. Sedangkan dalam kosong dan banyak ditumbuhi rumput.

Ditanya soal stan yang disewakan dari pengguna pertama kepada orang kedua, ketiga, dan seterusnya, Bambang menyampaikan tindakan itu menyalahi aturan.

“Perdanya melarang itu. Apalagi dioper alih atau dijual belikan. Kalau sudah tidak ditempati, harus dikembalikan. Makanya kita kita akan ketemu dengan pemilik stan itu”, paparnya. DIN

Advertisement