!-- Header -->
Komunitas Lumajang Suara Desa

3G Gerakan Merubah Lingkungan Hijau

LUMAJANG – Guna membangun kesadaran untuk melestarikan lingkungan, Ir. H. Bambang Irianto berbagi ilmu dalam diskusi yang dilakukan di Cafe Kemlecer, pada Selasa, 25 Pebruari 2020.

Ir. H. Bambang Irianto adalah salah satu Ketua RW di Desa Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Ia mencoba mengubah keadaan itu bersama masyarakat. Inisiatifnya diwujudkan dalam sebuah gerakan sosial bernama Glintung Go Green (3G).

Ini bukan gerakan mudah, mengingat gagasan dasarnya ingin mempertahankan nilai-nilai luhur budaya kampung dan memperbaiki kondisi lingkungan dalam arti luas, sekaligus tetap menyerap nilai-nilai modern untuk memperkaya aspek sosial-ekonomi masyarakat. Gerakan 3G dimulai dengan kegiatan sederhana, yaitu penghijauan lingkungan yang diluncurkan pada bulan Februari 2012.

“Berangkat dari RW, alhamdulillah saya bersatu bersama masyarakat RW 23 bisa mengembangkan kampung. Dimana yang dulunya sering terjadi banjir, kini kampung kami lebih dikenal dengan (3G) Glintung Go Green,” ulas Ketua RW yang mendapatkan penghargaan Kalpataru itu.

Peserta kegiatan dari berbagai organisasi, seperti Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) dan Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM). Selain kedua organisasi nasionalis, turut hadir Rektor Universitas Lumajang, Dr. Mokhamad Hariyadi Eko Romadon, S.Sos., M.Si. serta beberapa RW Keluarahan Ditrotunan binaan Ir. H. Bambang Irianto.

Rektor Universitas Lumajang itu menegaskan bahwa merubah kebiasaan masyarakat bisa dilakukan asalkan terus dilatih. Beliau juga memberikan ilustrasi dengan orang yang membubuhkan tanda tangan dengan menggunakan tangan kanan dan kirinya, dimana hasil dari keduanya berbeda. Namun, jika dilatih secara terus menerus, hasil tanda tangan tersebut bisa mirip dan bahkan sama persis.

Pada akhir sesi, Ir. H. Bambang Irianto, memberikan saran kepada peserta yang hadir, khususnya bagi para GSNI untuk aktif mengunjungi daerah lain sebagai bentuk study banding agar bisa diterapkan di lingkungan sekolah serta di lingkungan sekitar tempat tinggal masing-masing.

“Di luar jam sekolah, untuk adik-adik bisa melakukan study banding ke kampung kampung di Lumajang. Praktek secara langsung bersama masyarakat. Yang nanti hasilnya dijadikan sebagai motivasi serta inspirasi dalam mendukung proses belajar di sekolah masing-masing,” pungkasnya. NDY

Post Comment