!-- Header -->
Abaikan Surat Edaran Bulog, Bupati Lumajang : Tidak Usah Ikuti SE Itu..!
Politik & Pemerintahan

Abaikan Surat Edaran Bulog, Bupati Lumajang : Tidak Usah Ikuti SE Itu..!

LUMAJANG – Bupati Lumajang, Jawa Timur, H. Thoriqul Haq, M. ML, meminta Perusahaan Daerah (PD) Semeru, bekerjasama dengan Program Keluarga Harapan (PKH)  di Lumajang dan mengabaikan Surat Edaran (SE) dari Badan Urusan Logistik (BULOG).

“Meskipun ada Surat Edaran dari BULOG agar PKH ngambil beras dari BULOG, saya berani membuat kebijakan ini. Saya bilang tetap di kebijakan awal. Tetap dari masyarakat. Tidak usah ikuti SE itu,” ungkap Cak Thoriq, panggilan karibnya, saat mengadiri Bursa Inovasi Desa, di sebuah rumah makan di Lumajang, beberapa waktu lalu.

Perlu diketahui, PD Semeru dipercaya mendistribusikan beras untuk bantuan PKH di Lumajang. Beras tersebut dibeli dari kelompok tani di Lumajang. Padahal sudah ada surat edaran jika beras PKH harus dari BULOG. Karena ini sebuah kebijakan bupati, maka PD Semeru patuh harus patuh atas kebijakan tersebut.

Menurut Cak  Thoriq, SE Bulog sifatnya tidak mewajibkan, tidak memaksa.  “Ini surat edaran. Edaran boleh diikuti atau tidak diikuti. Kita tidak melanggar undang-undang. Gak papa. Kita tidak menyalahkan wewenang. Saya memilih tidak ikut edaran ini,” paparnya.

Selain untuk mengoptimalkan PD Semeru, Cak Thoriq menginginkan beras Lumajang dimaksimalkan. Beras dibeli oleh PD Semeru dari kelompok tani, lalu dipacking yang bagus oleh PD Semeru. Lalu  dikembalikan ke masyarakat melalui PKH. “Uang berputar. Penerima PKH mendapat beras dengan kualitas bagus,” pungkasnya.

Bagi desa-desa di Lumajang, hal tersebut, tukas Cak Thoriq, bisa menjadi contoh untuk menjalankan usaha serupa melalui BUMDes (Badan Usaha Milik Desa). DIN

Post Comment