!-- Header -->
Alasan Utilitas Jalan Pohon-Pohon Ditebangin, Tidak Ada Cara Lain?
Peristiwa Politik & Pemerintahan

Alasan Utilitas Jalan Pohon-Pohon Ditebangin, Tidak Ada Cara Lain?

LUMAJANG – Pemotongan pohon sono yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Lumajang, Jawa Timur, di beberapa titik termasuk di daerah Toga mendapat kritikan dan masukan dari beberapa kalangan masyarakat.

Salah satunya dari Mohammad yang mengaku keluarga pemilik salah satu toko di daerah Toga Lumajang. Dia mengatakan, pemotongan tersebut membuat suasana di sekitar menjadi panas.

“Mestinya, kalau misalnya alasan DLH untuk kepentingan drainase atau untuk kegunaan jalan, perlu dikaji dan dipertimbangkan lebih mendalam”, ujarnya.

Dia kemudian mencontohkan Surabaya yang pemerintahnya benar-benar memperhatikan soal taman dan tanaman besar.

“Yang saya tahu, proyeknya yang ngalah jika berhadapan dengan pohon. Bukan pohonnya yang harus mengalah, ditebangin. Apa gak ada cara lain agar perbaikan jalan, atau perbaikan drainase tetap dilakukan  tanpa merusak pohon?”, pungkasnya.

Dia juga mengaku heran mengapa DLH tanpa mempersiapkan pohon pengganti tahu-tahu menebang pohon-pohon itu. “Mestinya, sebelum ditebang harus disiapkan pohon pengganti. Pohon itu ditanam puluhan tahun dan butuh perawatan hingga tumbuh besar. Kalau menurut saya, ini pihak DLH tidak cukup cerdas karena yang dikorbankan pohon. Coba cari cara lain. Apakah drainasenya dibuatkan dibawah jalan beraspal atau lainnya. Intinya, tidak sampai merusak pohon”, imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Yuli Haris, Plt Kepala DLH Pemkab Lumajang, menyatakan pohon yang ada dipinggir jalan boleh ditebang dengan catatan untuk kepentingan utilitas jalan.

“Boleh, untuk kepentingan utilitas (kegunaan, manfaat, Red). Itu untuk kepentingan utilitas jalan”, pungkasnya. Ditanya apakah penebangan pohon tersebut sesuai dengan aturan, Yuli Haris menyatakan berdasarkan perda.

“Dasarnya perda”, tukasnya via Whatsapp tanpa panjang lebar menjelaskan perda nomer berapa dan apa saja isinya. DIN

Post Comment