!-- Header -->
Kesehatan Lumajang Peristiwa

BBTKLPP Surabaya Lakukan Sosialisasi RPAM

Advertisement
Kepala BBTKLPP Surabaya, Dr Rosidi Roslan, bersama Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang saat mengecek pemasangan PC20.22 di Desa/Kecamatan Gucialit. DIN

LUMAJANG, Memo X – Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes, P2KB) Kabupaten Lumajang, melakukan sosialisasi Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) dan Penguatan Internal, Selasa (20/9/2022), di ruang Pisang Berlin Dinkes P2PKB.

Kepala BBTKLPP Surabaya, Dr. Rosidi Roslan, SKM, SH, SPH, MH, menerangkan bagaimana penyelenggaraan dan cara penyediaan air minum yang aman untuk sarana pengelola air minum komunal perdesaan.

“Kami BBTKLPP Surabaya, juga memperkenalkan hal ini sebagai salah satu teknologi tepat guna peningkatan kualitas air minum, Portable Chlorinator,” ujarnya kepada para wartawan.

Dipaparkan, Teknologi Tepat Guna (TTG) diperkenalkan sebagai rangsangan opsi teknologi pengolahan air yang sehat pada tahap desinfeksi. Proses desinfeksi berguna untuk menghilangkan bakteri penyebab penyakit, seperti E. coli, menggunakan metode klorinasi.

TTG Portable Chlorinator yang disebut dengan PC20.22 ini dirancang dengan bahan perpipaan yang mudah diperoleh dan mudah dalam perakitanya,” ujarnya.

Semua Kelompok Pengelola Sarana Prasarana Air Minum dan Sanitasi (KPSPAM), kata dia, memiliki wawasan baru dan terpicu untuk mengaplikasikannya secara mandiri karena memiliki kesadaran akan pentingnya air minum yang aman, sehat, dan berkualitas bagi komunitas desanya.

“Saat ini di Lumajang, BBTKLPP Surabaya telah mengintervensi peningkatan kualitas air melalui pemasangan PC20.22 di Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit yang bekerja sama dengan KPSAM Sumber Uling,” tukasnya.

Dipaparkan, untuk memperkuat kerja sama dan jejaring tersebut dilakukanlah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BBTKLPP Surabaya, diwakili Kepala BBTKLPP Surabaya, Dr. Rosidi Roslan dengan Dinkes P2PKB Kabupaten Lumajang yang diwakili oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas), dr. Indah Setiawati, S.Si., Apt.

Kedua pihak sudah bersepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang Surveilans Faktor Risiko Penyakit, Surveilans Faktor Risiko Lingkungan, Implementasi TTG Pengendalian Faktor Risiko Penyakit serta Pendidikan dan Pelatihan Laboratorium Kesehatan Masyarakat.

“Kami berharap terkait dengan PKS kedua pihak akan semakin erat dan menjadi komitmen bagi masing-masing pihak untuk bersama-sama memanfaatkan potensi dan kapasitas masing-masing dalam penyelesaian masalah kesehatan,” imbuhnya.

Kepala BBTKLPP Surabaya, secara simbolis menyerahkan TTG PC20.22 kepada Dinkes P2PKB. Kemudian diserahkan kepada KPSPAM Sumber Uling, Gucialit. Terkait implementasi dan rangsangan opsi TTG, Dr. Rosidi, menyampaikan motivasinya kepada para pengelola KPSPAM dan lintas sektor terkait yang turut hadir untuk mengambil peran dan tanggung jawab dalam penyediaan air minum yang aman dan berkualitas.

“Tanggung jawab kita untuk memastikan masyarakat di desa bisa mendapat air bersih dan sehat untuk kebutuhan sehari-hari. Indonesia membutuhkan orang-orang yang bersemangat,” tandas Kepala BBTKLPP Surabaya.

Sementara itu, Humas BBTKLPP Surabaya, Ratna Ayu, menjelaskan tentang Portable Chlorinator (PC20.22).

TTG Portable Chlorinator, merupakan upaya BBTKLPP Surabaya dalam perluasan pengadaan air yang layak dan berkualitas bagi masyarakat. Desainnya sesuai dengan kebutuhan Sarana Pengelola Air Minum (SPAM), sehingga dapat memastikan debit desinfektan sesuai kebutuhan.

TTG Portable Chlorinator dipasang untuk mendesinfeksi cemaran bakteri melalui metode klorinasi. Klorinasi merupakan cara desinfeksi kuman di dalam air dengan mempergunakan senyawa khlor.

“Klorinasi banyak dipilih dalam pengolahan air minum karena mudah didapat, murah, dan efektif membunuh kuman. Teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk daerah yang belum mendapatkan aliran PDAM dan masih menggunakan sumber air terbuka, air tampungan, dan sudah melalui perpipaan, namun belum terdapat pengelolaan dan jaminan keamanan air dari cemaran biologis,” ujarnya kepada sejumlah media.

BBTKLPP Surabaya sendiri, menurut dia, merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kesehatan yang berada dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P).

Dipaparkan, BBTKLPP Surabaya bertugas memberikan pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit melalui upaya deteksi dan respon dini faktor risiko penyakit dan kejadian penyakit, yang kemudian lebih dikenal dengan surveilans berbasis laboratorium di empat (4) wilayah provinsi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

“Tugas BBTKLPP melaksanakan surveilans epidemiologi, kajian dan penapisan teknologi, laboratorium rujukan, kendali mutu, kalibrasi, pendidikan dan pelatihan, pengembangan model dan teknologi tepat guna, kewaspadaan dini dan penanggulangan KLB di bidang pengendalian penyakit dan kesehatan lingkungan,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Kabid Kesmas, dr. Indah Setiawati, menjelaskan, program ini akan banyak membantu penggunaan teknologi tepat guna dalam rangka sanitasinya.

“Kita juga sharing ilmu. Kita yang belajar ke sana atau mereka yang datang ke sini untuk sharing teknologi, sharing pengalaman untuk bisa dilakukan atau diterapkan di lapangan. Targetnya sanitasi aman. Untuk yang sekarang ini berkaitan dengan air yang ada di Lumajang. Lokasi yang dibidik di Gucialit. Harapannya nanti di lokasi lokasi lain”, tuturnya.

Acara sosialisasi dihadiri seluruh KPSPAM di Kabupaten Lumajang, Sanitarian Puskesmas dan Dinkes P2PKB, dan Dinas Perumahan dan Pemukiman, serta Perumda Tirta Mahameru Lumajang. DIN

Post Comment