!-- Header -->
Lumajang Politik & Pemerintahan Suara Desa

Berharap Eks Lokalisasi Dolog Jadi Destinasi Wisata Baru

LUMAJANG – Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Pemkab Lumajang, menggelar kerja bhakti, di eks lokalisasi Dolog, Desa Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko Lumajang, Jawa Timur, akhir pekan kemarin. Kerja bhakti dilakukan bersama pihak Desa dan Kecamatan Sumbersuko.

Dimulai pukul 07.00 WIB. Selain bersih-bersih dan melihat anggur yang sudah tumbuh subur, mereka juga melakukan penamanan sayur sayuran di depan rumah (latar) dan tanah-tanah kosong sekitar Dolog.

BERSIH BERSIH : Dinas Ketapang, Kades Sumbersuko, pihak kecamatan, saat kerja bhakti. RED

“Kita punya program namanya Cetar. Cetar merupakan inisiasi dari Dinas Ketahanan Pangan yang merupakan salah satu pembina Kampung Anggur Sumbersuko. Kita memanfaatkan pekarangan di rumah penduduk untuk tanaman produktif, seperti cabe, tomat, sayur”, tuturnya.

Diharapkan, tanaman ini mampu memenuhi kebutuhan perorangan atau keluarga. Yang kedua, ketika berlebih bisa dijual sehingga meningkatkan pendapatan keluarganya. Ketika, melakukan pembibitan dan hasilnya dia dijual kepada orang yang berkunjung ke Kampung Anggur”, ujar Hertutik, Kadinas Ketapang.

Buka juga chanel PITV: https://youtu.be/Tw3eB_wjkS0

Dikatakan, 4 bulan yang lalu, di eks Lokalisasi Dolog ini, diberikan sebuah kegiatan bernama Kampung Anggur. Diawalai oleh TP PKK Kabupaten beserta OPD terkait (Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, DLH). Mereka melakukan pembinaan di eks lokalisasi Dolog Sumbersuko. Saat itu, penanaman pohon anggur diketuai oleh Ketua Tim Penggerak PKK, Farin.

“Selain anggur ada tanaman jambu jamaika, jambu air, dan sayuran untuk pemanfaatan pekarangan”, tukasnya.

Diharapkan, kedepan, Kampung Anggur menjadi salah satu wisata edukasi di Kabupaten Lumajang. Wisata Edukasi bagi semua warga yang akan mengunjungi eks lokalisasi Dolog tersebut.

Sementara itu, Imron, Kepala pihak Desa Sumbersuko, mengucapkan terima kasih kepada Kadis Ketapang, Hertutik, yang sudah mendukung kegiatan ini. Dia berharap Kampung ini berubah menjadi kawasan wisata yang bisa mendatangkan devisa, khususnya Desa Sumbersuko.

“Dan menjadi kebanggaan Desa Sumbersuko yang dulunya dikenal sebagai kawasan lembah hitam”, ujarnya.

Bukan hanya itu, tahun depan kata dia, Pendopo Desa Sumbersuko, akan dibongkar dan disulap seperti istana. Dengan begitu, tamu-tamu dari luar Kabupaten Lumajang ke kawasan Kampung Anggur setelah sebelumnya ke Desa Sumbersuko.

“Sepanjang jalan raya, jalan masuk sampai kawasan Kampung Anggur ini akan kita beri penerangan. Lampu ”, paparnya.

Hertutik menambahkan, agar Kampung Anggur ini berhasil menjadi sebuah wisata baru, maka masyarakat harus digerakkan secara bersama-sama rasa. Perlu diberi tanggung jawab agar merasa memiliki tanaman anggur dan tanaman lain.

“Kelangsungan kehidupan tanaman yang sudah kita berikan kepada seluruh warga harus dijaga. Selain itu, kita akan terus menerus memberikan sosialisasi pemanfaatan tanaman yang sudah kita berikan. Dengan begitu masyarakat di sini memiliki pengetahuan, keterampilan tandur dengan baik dan pada akhirnya mampu meningkatkan pendapatannya”, ungkapnya. DIN

Post Comment