!-- Header -->
Politik & Pemerintahan

Berikut Alasan Demokrat Merekom Yusuf

BANYUWANGI – Pemilihan kepala daerah (PILKADA) yang akan diselenggarakan pada Desember 2020 menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Terlebih teka-teki calon yang akan ikut kontestasi.

Gemerlap pilkada tersebut dirasakan juga di Kabupaten Banyuwangi. Terlebih saat pengumuman kandidat calon yang mengerucut menjadi dua kandidat, yaitu Ipuk – Sugirah dan Yusuf-Riza.

Paslon Ipuk-Sugirah diusung oleh PDI-P, Nasdem, Hanura, Gerindra dan PPP. Sedangkan Paslon Yusuf-Riza diusung oleh partai Demokrat, PKB, Golkar, PKS.

Ada yang menarik terjadi pada proses rekomendasi kandidat Yusuf Widyatmoko. Bahwa Yusuf Widyatmoko adalah kader militan PDI-P. Tidak main-main, Yusuf adalah kader dengan progres yang baik. Dia menjadi anggota DPRD, menjadi Wakil Bupati Banyuwangi selama 10 tahun mendampingi Abdullah Azwar Anas. Namun, faktanya PDIP lebih tertarik untuk menjatuhkan rekom kepada Paslon Ipuk-Sugirah.

Melihat hal itu Partai Demokrat idak menyia-nyiakan kader potensial seperti Yusuf, apalagi Demokrat juga menginginkan adanya perubahan besar untuk Banyuwangi. Demokrat menganggap Yusuf pas untuk menahkodai Banyuwangi kedepannya.

Pada acara forum silaturahmi keluarga besar purnawirawan TNI-Polri, pegiat olahraga, jaringan mantan kades yang digelar di Hotel Mirah, Senin (14/9/2020) Michel Edi, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Banyuwangi menyampaikan alasannya menjatuhkan rekom pada Yusuf Widyatmoko.

“Saya membuka pendaftaran. Singkat cerita ada 7 kandidat. Pak Yusuf masuk dan pak Yusuf lah yang memiliki visi membawa perubahan bagi Banyuwangi. Terlebih dalam hal pengentasan kemiskinan, pembangunan, menggerakkan ekonomi masyarakat, dan tentunya untuk membangkitkan kembali kejayaan olahraga Banyuwangi”, ungkapnya.

SILATURAHMI :

Michel yang pernah menjadi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) juga memberikan alasan lain sehingga membuatnya kepincut pada sosok Yusuf Widyatmoko untuk menjadi bupati selanjutnya.

“Alasan lainya yaitu komitmen Pak Yusuf untuk kembali mengaktifkan olahraga yang ada di Banyuwangi”, pungkasnya.

Yusuf widyatmoko juga menyampaikan komitmennya dalam mengembalikan olahraga Banyuwangi untuk kembali maju.

“Jika memang APBD tidak mencukupi untuk olahraga, kita manfaatkan CSR perusahaan-perusahaan di Banyuwangi untuk pembinaan olahraga”, tegas Yusuf.

Dia juga menyampaikan bahwa Banyuwangi pernah berjaya di bidang olahraga. Hal tersebut yang memotivasi Yusuf untuk kembali membangkitkan olahraga di Banyuwangi.

“Banyuwangi pernah maju dan berjaya pada bidang olahraga. Kedepannya semoga bisa lebih maju, karena kita mampu dan sayangnya karena kurangnya perhatian, para atlet lari ke daerah lain dan berprestasi di daerah lain”, tandas Yusuf.

Tentunya bila ingin kembali berprestasi dan maju para atlet ini harus didorong dan di apresiasi” tambahnya. WAN-RED

Post Comment