!-- Header -->
Komunitas Lumajang Suara Desa

Bincang Desa, Bersama Membangun Lumajang

LUMAJANG – MPC Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Lumajang, Sabtu (7 Nopember 2020), menggelar “Bincang Desa” bersama 3 nara sumber, yakni Kepala Desa Purwosono Hendrik, Kades Kutorenon Faisal Rizal, dan Ketua MPC Pemuda Pancasila Lumajang, Agus Setiawan.

Bincang Desa dengan tema  Peran Pemuda Pancasila Dalam Membangun Desa ini digelar Kantor PP Lumajang, Jalan Slamet Riyadi No. 46 berlangsung serius tapi santai, dimoderatori oleh Satori, S. Sos.

Dalam bincang santai, Hendrik yang berkesempatan awal, menyampaikan, tugas pemerintahan desa sebagai  penyelenggaraan administrasi, penyelenggaraan pembangunan, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Kalau tugas ini bisa disinergikan dengan PP, Hendrik menilai sangat linier dan akan semakin baik. “Sangat linier kalau PP bekerja sama dengan desa, baik dalam hal pemberdayaan masyarakat di desa, keamanan, dan lainnya. Apalagi Pemuda Pancasila organisasi resmi”, tuturnya.

Sementara itu, Faisal Rizal, di tempat yang sama, mengatakan  sangat apresiasi atas niatan baik PP untuk mensukseskan  pembangunan desa.

“Dalam hal pembinaan misalnya, kita bisa kolaborasi dengan kartar (karang taruna) desa. Kalau bisa saling bersinergi Insya Allah kedepan semuanya akan berdaya”, tuturnya.

Di Desa Kutorenon sendiri, ungkap Faisal, ada Ka-Be Official yang digawangi oleh anak-anak muda. “Kita kedepannya mencari bibit di bidang kesenian. Ayo bangun Lumajang bersama sama. Kita Lumajang”, paparnya.

BINCANG DESA : Tiga tokoh muda (Faisal Rizal, Agus Setiawan, Hendrik) saat Bincang Desa, di Sekretariat MPC PP Lumajang. RED

Intinya, kedua kades ini siap bersinergi dengan siapapun yang punya niatan baik untuk memajukan desa dan daerah ini, termasuk PP yang berinisiasi untuk membangun sinergitas dengan seluruh desa di Lumajang.

Sementara itu Agus Setiawan,  menyampaikan, PP menangkap banyak isu soal keamanan di desa. Bahwa di Lumajang belum begitu aman. Pencurian sapi  masih sering terjadi. Oleh karena itu perlu ada sinergitas dengan seluruh desa, Dandim, dan Polres.

Tentang pembangunan ekonomi, dia memaparkan agar kepala  tidak ikut-ikutan dengan lainnya. “Misalkan ada BUMDES pariwisata di satu desa, maka desa lainnya jangan ikut-ikutan, terutama desa yang tidak punya potensi destinasi wisatanya. Karena masing- masing desa punya potensi sendiri. Jangan paksakan untuk meniru desa lain”, tukasnya.

Sebelum menentukan apa yang perlu digenjot, maka pihak desa perlu melakukan maping (pemetaan). Apa yang menonjol di sebuah desa itu? Itu yang dikembangkan. Biar tidak jadi middle trap, serba nanggung.

“Jadi, pertama maping sumber daya alamnya dan sumber daya manusianya. Contohnya BUMDES. Jangan sampai yang mengelola BUMDES itu circle orang kades. Ini BUMDES sama dengan BUMD. Anggarannya gampang, tapi pengelolaannya  sulit. Kedua. pengelolanya harus profesional,” paparnya.

BUMDES sebenarnya potensinya besar. Maka dari itu, menagemennya dikelola dengan baik dan jangan sampai si pengelola dipilih berdasarkan like or dislike (suka atau tidak suka).

“Yang terpenting juga jangan sungkan mendatangkan orang luar untuk sharing demi kemajuan BUMDES itu sendiri”, tuturnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris MPC PP Lumajang, Ahmad Pribadi, menyampaikan, kegiatan ini merupakan awal akan dibangunnya sinergitas PP dengan seluruh desa di Lumajang dalam hal pembangunan dalam bagai sektor.

“Bahwa nanti ada pos-pos masing – masing desa yang akan berkolaborasi dengan PP, baik di bidang pemberdayaan masyarakat, keamanan, dan bidang-bidang lainnya”, ucapnya.

Kedepan, setelah berdialog dengan pihak desa, maka secara kongkret PP akan melakukan MoU. “Intinya ke situ. Bekerjasama dalam berbagai hal demi kemajuan desa dan daerah kita ini”, imbuhnya. RED

 

Post Comment