!-- Header -->
Ekonomi Kesehatan Peristiwa Politik & Pemerintahan

Bulog Jember Siapkan 1.300 Ton Beras

JEMBER- Bupati Jember Hendy Siswanto didampingi Wabup KH. MB Firjaun Barlaman (Gus Firjaun), Bersama Jajaran Forkompinda Jember Sekda Mirfano, Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin, Dandim 0824 Letkol Inf La Ode Muhammmad Nurdin dan Kepala Perum Bulog Subdivre Jember Budi Sultika melepas secara simbolis bantuan beras kepada warga terdampak covid-19 di Gudang Bulog Pecoro Jember, Minggu (18/07/2021).

“Beras yang diberikan adalah kualitas medium, dan sangat layak untuk dikonsumsi,” Kata Bupati. Pada kesempatan tersebut Dandim juga mencoba mencicipi beras yang sudah dimasak di hadapan Bupati dan Forkompinda lainnya dan para awak media.

Total Bantuan Nasional Beras yang disalurkan selama Masa PPKM Darurat 2021 (BB-PPKM 2021) ini berjumlah 10 Juta PKM PKH dan 10 Juta KPM BST.

Kabupaten Jember mendapat bantuan paket sebanyak 102.489 KPM (Keluarga Penerima Manfaat), 33.527 PKH (Program Keluarga Harapan), dan BST (Bantuan Sosial Tunai) Beras yang disalurkan berjumlah 10 Kg Per KPM.

Kepala Perum Bulog Subdivre Jember Budi Sultika menjelaskan, dari 136 ribu paket KPM, PKH dan BST tersebut, Bulog sudah menyiapkan 1.300 ton beras.

“Jangan sampai masyarakat kelaparan, kami menjadi penyambung masyarakat untuk mendapatkan pangan, minimal masyarakat bisa makan di saat pandemi ini,” kata Budi Sultika.

Budi menambahkan, gudang Bulog yang ada di Pecoro Jember memiliki luas tanah 2,9 Ha dengan luas gudang 60.000 meter persegi. Untuk menyokong pangan nasional, saat ini Bulog Jember juga mengirim beras ke Madura dan NTT.

Sementara itu Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan, “di saat kondisi sulit ini, kita bersama-sama bergotong royong untuk menyelesaikan persoalan ini. Bantuan dari kemensos ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat di saat PPKM darurat ini.”

TERUS KUCURKAN BANTUAN : Bulog sudah menyiapkan 1.300 ton beras. RED

Lebih lanjut Bupati menjelaskan, kondisi pandemi ini telah memberikan dampak signifikan terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat. Oleh karena itu pemerintah melalui program PKM dan PKH menyalurkan beras yang bisa langsung dinikmati masyarakat.

“Mohon kepada camat, jajaran muspika, mengawasi transporter mengawal bantuan sampai ke penerima,” pesan Bupati Hendy. Hendy juga meminta jajaran di bawahnya untuk mengawasi pendamping PKH. “Mohon Lurah atau Kades mengantarkan ke rumah penerima,” lanjut Hendy.

Menurut Bupati Hendy, pada tahun sebelumnya bantuan-bantuan ini tidak tepat sasaran. Oleh karena itu, Bupati berjanji akan terus melakukan verifikasi secara faktual karena ada 300 ribu lebih data yang tidak valid di tahun 2020.

”Ini tidak mudah dan tidak bisa diselesaikan dalam waktu 1-2 bulan, bahkan mungkin satu tahun baru bisa kelar, karena harus mendata satu per satu masyarakat,”jelas Bupati Hendy. Bupati berharap, dalam pemberian bantuan ini kalau ada penerima yang kurang tepat mohon dimaklumi, karena ini adalah tugas dan tanggung jawab kita bersama.

Saat ini data yang disajikan belum secara digital dan belum bisa online satu dengan lainnya. “Maka dari itu pemerintah Kabupaten Jember harus menyajikan satu data yang bisa terintegrasi terhadap seluruh stakeholder yang ada contohnya ke bulog, TNI dan Polri, termonitor berapa jumlah penduduk miskin yang sebenarnya,” lanjut Bupati Hendy. Untuk itu Bupati berharap, perbaikan data harus dilakukan setiap tahun, bukan hanya sekali.

“Kami berharap, masyarakat tidak hanya menerima bantuan saja tetap juga ikut perduli dan patuh terhadap apa yang pemerintah instruksikan seperti memakai masker, jangan keluar malam,”pesan Hendy.

Hendy memberikan contoh Ikut sertanya masyarakat patuh terhadap PPKM Darurat dengan cara menjaga keluarganya untuk tidak keluar rumah. “Pihak RT dan RW juga harus membantu memberikan sosialisasi ke warga untuk tetap di rumah dan jangan kemana-mana,” Jelas Hendy. RZE-RED

 

Post Comment