!-- Header -->
Lumajang Pendidikan dan Agama Peristiwa

Buntut Kasus Siswa SMPN 5 Lumajang, Kapolres : Tidak Ada Bekingan Bekingan.!!

Advertisement
Kapolres Lumajang, AKBP Dewa Putu

LUMAJANG – Kasus dugaan pengeroyokan NL, siswa kelas VII SMPN 5 Lumajang, Jawa Timur oleh teman – temannya di sekolah berlanjut, bahkan sudah masuk tahap lidik (penyelidikan) oleh aparat kepolisian. Hal ini disampaikan oleh Kapolres Lumajang, AKBP Dewa Putu D, usai menemui demonstran, Selasa (27/9/2022).

“Sudah tahap lidik. Semua yang dianggap terlibat dipanggil. Lidik sudah kita lakukan kapan hari itu, pas adanya pengaduan. Nanti akan merembet siapa saja yang terlibat”, ungkapnya.

Meskipun demikian, AKBP Dewa Putu tidak menyebutkan berapa orang yang dipanggil untuk dimintai keterangan dan siapa saja mereka. “Nanti saya tanyakan bagaimana perkembangannya,” paparnya.

Ditanya soal ada orang kuat di Polres yang akan menjadi beking pihak SMPN 5 atas masalah ini, Kapolres menegaskan tidak ada urusan dengan istilah beking.

“Silahkan saja dia menyebutkan ada beking di Polres. Kalau bilang beking tujuannya apa? Saya sampaikan dan tegaskan tidak ada beking-bekingan.!! Salah ngomong kali, dia. Silahkan saja dia ngomong beking. Hak dia. Apanya yang dibekengin? Kalau salah ya diproses, dong. Gak boleh mengintimidasi orang lain”, ujarnya.

Sekedar dipahami, Beking punya arti ‘seseorang yang memiliki kekuasaan untuk menentukan segala sesuatunya’.

Dipaparkan, karena ini menyangkut anak-anak yang masih mengenyam pendidikan di sekolah, maka ada mekanismenya sendiri dalam hal berbuat kejahatan.

“Kejahatan yang dilakukan anak seperti apa. Atau anak yang berhadapan dengan hukum itu bagaimana”, paparnya. RED

Post Comment