!-- Header -->
Hiburan Komunitas

Bupati Hendy : Kami Butuh JFC Untuk Akselerasi

Advertisement

JEMBER – Jember Fashion Carnaval (JFC) pada tahun 2021 ini sudah memasuki tahun yang ke-19. Sudah banyak yang ditorehkan JFC selama lebih dari satu dekade ini, diantaranya adalah Best National Costume di ajang Miss Universe Florida USA tahun 2014, Peringkat ke-3 Karnaval Dunia, tampil dalam Opening dan Closing seremoni Asian Games 2018, dan masih banyak lagi sederatan prestasi lainnya.

Sepeninggal Dynand Fariz sang Presiden (sebutan pimpnan di JFC) dan sekaligus penggagas JFC, muncul kegamangan di masyarakat, akankah JFC akan terus berlangsung atau terhenti? Semua itu terjawab oleh generasi penerusnya yang juga sekaligus Presiden JFC yang baru yaitu Budi Setiawan.

Dalam wawancara dengan PedomanIndonesiacom, di markas JFC Perum Gunung Batu Permai A1B, Iwan sapaan akrab Budi Setiawan, menjelaskan, JFC tahun ini tetap berlangsung meskipun dalam kondisi pandemi dengan tetap mentaati prokes ketat dan terbatas.

“JFC awalnya kami jadwalkan tanggal 6-8 Agustus 2021. Namun, karena situasi covid yang semakin meningkat,  maka kami undur pelaksanaannya menjadi 8 -10 Oktober 2021,” ujarnya.

Iwan menjelaskan, sudah tiga kali melakukan audiensi dengan Bupati Jember Hendy Siswanto. “ Beliau sangat antusias dan berharap JFC tetap terus harus dilanjutkan karena sudah memberikan satu penguatan yang luar biasa bagi kota Jember”, Kata Iwan.

Bahkan Bupati Hendy pernah mengatakan saat audiensi pertama. “Kami butuh JFC. Jember butuh JFC untuk akselerasi”, kata Iwan menirukan ucapan Bupati Hendy beberapa waktu lalu.

Bupati Hendy menitipkan pesan agar JFC bisa dilakukan sampai tingkat kecamatan dan desa. Menurut Iwan, ini sangat tepat. JFC harus bersinergi dengan Pemkab Jember sampai tingkat kecamatan dan desa untuk berkolaborasi terhadap penguatan destinasi wisata dan ekonomi kreatif yang ada di tiap-tiap desa atau kecamatan tersebut.

“JFC membutuhkan peserta untuk tampil yang terbagus. Nah peserta ini potensinya darimana? Kita rekrut dari desa dan kecamatan,” jelas Iwan.

Saat JFC mencari peserta di tiap desa dan kecamatan, di situ ada pelatihan tidak hanya tentang fashion, akan tetapi juga mencari potensi-potensi local wisdom yang ada di tiap-tiap desa atau kecamatan untuk kaderisasi destinasi wisata dan ekonomi kreatif yang ada di desa atau kecamatan tersebut.

“Jadi nanti peserta kita bekali dengan kemampuan sebuah event, dan juga bagaimana menggali potensi wisata dan ekonomi kreatif yang ada di daerahnya tersebut,” tandas Iwan.

“JFC siap membantu penguatan di tiap-tiap desa, termasuk pendampingan apabila ada program dari pusat dan perlu bantuan untuk penyusunan proposal dan lain-lain,” lanjut Iwan.

Dengan pola ini nantinya orang-orang yang akan datang ke jember-selain melihat JFC secara langsung-juga bisa menikmati destinasi wisata lainnya, termasuk di dalamnya ekonomi kreatif seperti batik, tape, makanan khas dan kerajinan.

JFC : Bupati Hendy menitipkan pesan agar JFC bisa dilakukan sampai tingkat kecamatan dan desa. RED

“JFC akan berperan sebagai Tourism Information Center,” pungkas Iwan. Ketika ditanya pelaksanaan JFC tahun 2021 di tengah meningkatnya kasus covid-19 di Kabupaten Jember, Iwan menegaskan.

“Kita lihat nanti kondisinya seperti apa, sementara ini kita undur pelaksaannya 2 bulan. Apabila kondisinya kondusif JFC akan digelar dengan penonton terbatas di Jalan Sudarman, namun apabila nantinya kondisi covid masih tinggi, terpaksa event ini kita lakukan 100% secara virtual,” imbuhnya. RZE-RED

Post Comment