!-- Header -->
Cakupan Desi Terlampaui 100 Persen, Kualitas Desi PURI Akan Terus Dibenahi
Politik & Pemerintahan

Cakupan Desi Terlampaui 100 Persen, Kualitas Desi PURI Akan Terus Dibenahi

Irma Rokhmania SSi,

LUMAJANG, PEDOMANINDONESIA.com – Demi terwujudnya masyarakat desa dan kelurahan yang peduli, tanggap dan mampu mengenali, mencegah serta mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi secara mandiri, dan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Kesehatan (Menkes) RI Nomor 564/Menkes/SK/V III/2006, Dinkes Kabupaten Lumajang, mengadakan sosialiasafsi Program Pengembangan Desa/Kelurahan Siaga (Desi).

Kepala Seksi (Kasi) Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang,Irma Rokhmania S.Si, menjelaskan, hal ini dilakukan demi mewujudkan masyarakat yang sehat, peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayah sekitarnya.

“Kami berharap Desi yang telah terbentuk menjadi Desi Aktif berdasarkan SK Menkes RI Nomor 1529/Menkes/SK/X/2010 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif,” ujarnya. Cakupan Desi di Kabupaten Lumajang, sejak tahun 2017 sudah mencapai 100 % (205 desa dan kelurahan).

Dengan demikian, maka secara kuantitas target nasional dan propinsi telah terlampaui. “Namun, secara kualitas yang aktif Purnama dan Mandiri (PURI) masih 10 %. Artinya, kualitasnya perlu ditingkatkan,” ujarnya. Dijelaskan, pada tahun 2018-2019 telah ditetapkan 25 desa sebagai Desa/ Kelurahan Unggulan yang tergabung dalam Desa Inspirator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Angkatan ll.

“Sebelumnya kami telah memberikan kegiatan kepada 25 petugas promosi kesehatan (Promkes) Puskesmas dan 25 Perawat Pondok Kesehatan Desa (Poskesdes)/ Bidan Desa (PPD) pada Desa Inspirator PHBS Angkatan ll, dengan metode presentasi, tanya jawab, praktik dan diskusi,” paparnya.

Sementara itu, Pengelola Program Desa Siaga Dinkes Kabupaten Lumajang, Ratih Sulistyoningrum SKM, mengatakan, hal itu dilakukan untuk meningkatkan pemahaman petugas tentang tugas, peran dan fungsinya dalam pengembangan Desi Aktif dan Pemberdayaan Masyarakat serta meningkatkan pemahaman dan keterampilan petugas dalam mengelola 8 kriteria Desi Aktif dalam percepatan menuju Desi Aktif PURI.

“Tujuan berikutnya juga untuk meningkatkan kemampuan petugas dalam mengindentifikasi masalah Desi Aktif melalui Form Pengukuhan Tingkat Pengembangan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Manusia (UKBM),” pungkasnya. Kegiatan ini diharapkan mampu menyusun rencana tindak lanjut dan segera dapat diaplikasikan pada akhir kegiatan.

Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas), dr Rosyidah, memaparkan jika perwujudan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan adalah pengembangan desa dan kelurahan siaga aktif. “Komponen Desa dan Kelurahan Siaga Aktif adalah pertama pelayanan kesehatan dasar, kedua pemberdayaan masyarakat melalui UKBM, dan mendorong upaya surveilans berbasis masyarakat, kedaruratan kesehatan dan penanggulangan bencana serta penyehatan lingkungan,” tuturnya.

Sedangkan yang ketiga, sambung Mbak Ros, panggilan karibnya, adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Melalui kegiatan ini petugas diharapkan mampu memfasilitasi pengembangan Desi Aktif serta memberdayakan masyarakat di wilayahnya sebagai upaya dalam peningkatan strata Desi Aktif PURI di Kabupaten Lumajang. DIN