!-- Header -->
Demo Tunggal Seniman Lumajang Tolak RUU
Peristiwa

Demo Tunggal Seniman Lumajang Tolak RUU

LUMAJANG – Mahrus Ali, seniman asal Lumajang, Jawa Timur, menggelar aksi demonstrasi menolak Rancangan Undang-Undang KPK dan KUHP. Menariknya, aksi demonstrasi dilakukan seorang diri (tunggal), di depan Kantor DPRD Lumajang, Kamis (10 Oktober 2019).

Sebelum menyampaikan pernyataan sikapnya, dia melakukan aksi teatrikal dengan mengenakan topeng dan membawa poster berisi kecaman terhadap rancangan undang-undang tersebut.

“Apapun pergerakan saya, dimana pun berada, saya berbicara sampah, berbicara apapun, saya tetap menggunakan topeng. Hari ini adalah bentuk keresahan saya pribadi selama ini melihat di media sosial, media televisi, media cetak, dan di internet banyak sekali pergerakan, pergolakan yang terjadi di Indonesia, terutama masalah rencana revisi undang-undang KPK dan KUHP yang masih berlanjut”, ungkapnya di hadapan anggota Wakil Rakyat yang saat itu ditemui H. Akhmat, ST.

DEMO TUNGGAL : Mahrus Ali, ditemui H. Akhmat, ST, saat aksi demo tunggal menolak RUU KUHP dan KPK. Din

Menurutnya, keinginan menyurakan aspirasinya,  sudah lama ingin dia lakukan. “Saya betul-betul pertimbangkan. Akhirnya saya bertekad hari ini ingin menyuarakan aspirasi itu”, tukasnya.

H. Akhmat, Wakil Ketua DPRD Lumajang, menyampaikan terima kasih  kepada Mahrus Ali selaku pegiat seni yang mau menyuarakan apa yang menjadi keluhan dari masyarakat.

“Pertama kepada Seniman Lumajang, Mas Mahrus Ali saya sampaikan terima kasih. Kami selaku wakil dari masyarakat tetap akan melakukan koordinasi dengan teman-teman yang ada di DPR RI terkait masalah penolakan yang dilakukan masyarakat bawah atas RUU KUHP dan KPK. Ini menjadi atensi kami yang ada di lembaga dewan, DPRD Kabupaten Lumajang untuk kita suarakan kepada teman-teman di sana”, ujarnya.

Aspirasi ini, kata H. Akhmat, bisa dilakukan secara formal maupun informal. “Kita bisa telepon atau surat resmi bahwa suara masyarakat bawah menolak RUU tersebut”, imbuh politisi PPP ini. DIN

Post Comment