Advertisement
!-- Header -->
Hukum Lumajang Peristiwa

Dewan Segera Ikut Menyelesaikan Kasus Dugaan Pengeroyokan SMPN 5 Lumajang

LUMAJANG – Informasinya, pihak sekolah SMPN 5 Lumajang, meminta agar siswa kelas 7 berinisial NL, korban dugaan pengeroyokan oleh teman-temannya, meminta agar dia segera masuk kembali ke sekolah.

Informasi ini disampaikan oleh orang tua siswa, Pak Budi, kepada sejumlah media, kemarin. “Pihak sekolah, wali kelasnya juga gurunya, datang ke rumah saya dan menyuruh anak saya masuk. Sementara anak saya sekarang masih trauma masuk sekolah”, ujarnya, kemarin.

Dia mengatakan, saat pihak sekolah datang ke rumahnya dijelaskan bahwa anknya trauma. Meskipun sang guru menjamin dia tidak akan ada kekerasan di sana.

“Sang guru juga bilang kalau sampai 12 hari tidak masuk sekolah akan dikeluarkan. Gitu… Saya sampaikan anak saya tidak masuk sekolah karena ada masalah kekerasan yang sampai sekarang tidak terselesaikan dan tidak diatasi”, ujarnya.

Baca juga :

Dewan Segera Panggil Dindik dan Kasek SMPN 5 Lumajang

Dia juga menyayangkan, sampai sekarang tidak ada satupun dari siswa yang mengaku mengeroyok NL, anaknya. Pihak orang tua yang mengeroyok korban juga tidak ada yang datang ke rumahnya.

“Saya kepengin anak yang mengeroyok anak saya datang ke sini untuk mencari solusi. Tapi sampai sekarang gak ada yang datang ke sini”, paparnya.

Dia juga mengaku sudah menyampaikan kepada wali kelas bahwa persoalan ini tidak akan sampai mencuat keluar andaikan ada penyelesaian ketika dirinya datang ke sekolah, waktu itu.

“Waktu saya ke sana bukannya ada jawaban solusi yang enak. Malah memojokkan anak saya. Malah saya ditantang. Kalau tidak ada pengeroyokan, saya gak akan melangkah sejauh ini. Saya sampaikan itu kepada wali kelasnya. Tapi beliau diam saja”, ujarnya.

Dia menambahkan, dari kepolisian rencananya mau olah TKP (tempat kejadian perkara). “Tapi sampai sekarang saya tidak tahu kabarnya”, tukasnya.

Sementara itu, Supratman, Ketua Komisi D DPRD Lumajang yang menangani bidang pendidikan, menyampaikan baru bisa melangkah melakukan klarifikasi pekan depan. Pasalnya sejak kemarin hingga Jumat padat kegiatan.

Supratman meminta si korban ini sebisa mungkin didorong masuk sekolah sedangkan persoalan kasusnya tetap diselesaikan sesuai alur.

“Kita sekarang sampai Jumat sibuk. Ada jadual kegiatan. Kita nunggu jadual. Kita akan datang ke sekolah”, paparnya.

Ditanya soal korban yang terancam dikeluarkan dari sekolah jika melebihi 12 hari tidak masuk kelas, Supratman buru buru menjawab, kalau ada Selasa ini akan datang ke sekolah atau ke orang tua korban.

“Coba Selasa (hari ini. Red) kalau ada waktu luang kita sidak ke sana”, tukasnya. RED

Post Comment

  Canva Pro Crack Filmora Pro Crack Spotify Premium Free Download Tradingview Premium Free