!-- Header -->
Dibekuk Polres Lumajang, Oknum Wartawan Gagal Culik dan Kantongi Uang Rp 100 Juta
Hukum Peristiwa

Dibekuk Polres Lumajang, Oknum Wartawan Gagal Culik dan Kantongi Uang Rp 100 Juta

LUMAJANG, PEDOMANINDONESIA.COM – Kurang lebih 24 Jam dari kejadian, Polres Lumajang Jawa Timur, berhasil meringkus 3 pelaku aksi penculikan dan percobaan pemerasan pada Minggu (24/6). Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran SH, M.Hum, menyampaikan, kasus penculikan dan atau percobaan pemerasan terhadapa HANAFI, 38 tahun, warga Desa Sruni, Kecamatan Klakah Lumajang, diduga dilakukan oleh oknum wartawan.

“Ketiganya kita ringkus tidak lebih dari 24 jam. Sementara dua orang lainnya masih buron. Dalam aksinya, para pelaku mengaku sebagai anggota Buser Polda Jatim,” ungkapnya, saat press release, Jum’at (28/6/2018)  siang.

Menurutnya, ada 5 (lima) pelaku yang melakukan aksi tersebut. Tiga orang ditangkap di SPBU Sukodono Lumajang, Senin (25/6), sekitar pukul 14.00 WIB. Sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran karena  tidak dalam satu mobil. “Akan kami kejar terus sampai tertangkap”, katanya.

Dijelaskan, aksi penculikan dan percobaan pemerasan ini terjadi di Dusun Krajan, Desa Sruni, Kecamatan Klakah, Lumajang, pada Minggu (24/6/2018) sekitar pukul 21.00 WIB. “Suliyah (istri korban, Red) melaporan kejadian tersebut ke Polsek Klakah, sekitar pukul 23.00 WIB. Kemudian Polsek Klakah meneruskan ke Polres Lumajang,” ungkap Kasat Reskrim.
Ceritanya, awalnya para pelaku ini datang ke rumah korban dengan membawa senjata dan mengaku dari Buser Polda Jatim. Pelaku menodong dan memukul korban, kemudian membawa korban dengan mobil merk Datsun warna Gray Nopol DK-856-EK hingga ke Jember.

pelaku saat dibekuk di SPBU Sukodono

Di tengah perjalanan, pelaku menelpon pelapor dengan menggunakan HP korban dan  meminta uang tebusan sebesar Rp 300 juta. Jika disepakati maka suami korban selamat. Hanya saja karena pelapor tidak punya sebanyak itu, akhirnya disepakati Rp 100 juta.

“Saat menerima laporan itu kita langsung bergerak mencari keberadaan para pelaku hingga akhirnya tiga pelaku berhasil ditangkap Satreskrim Polres Lumajang di SPBU Sukodono”, ujarnya.

Wakapolres yang juga hadir saat press release, juga menyampaikan, 3 pelaku yang tertangkap berinisial RHH (45), warga Dusun Legong, Desa Dawuhan Wetan, Kecamatan Rowokangkung, Lumajang. RHH mengaku berprofesi sebagai wartawan sebuah media yang bertugas di Lumajang.

“Dia ngakunya sebagai wartawan  berbagai media.  Salah satnya nama medianya JK. Yang kedua Nanang Khosim (35), warga Dusun Karangber RT. 02, Desa Guwosari Kecamatan, Pajangan Kabupaten Bantul, Propinsi Yogyakarta. Dan yang ketiga Zainul Arifin (34), warga Dusun Legong RT. 08/ RW 2, Desa  Dawuhan Wetan, Kecamatan Rowokangkung Lumajang,” selorohnya.

Kasat Reskrim Polres Lumajang (tengah)

Dua pelaku lainnya (Pi’I, usia 22 tahun, warga Dusun Krajan, Desa Dawuhan Wetan, Kecamatan Rowokangkungd dan Febri, usia 22 tahun, warga Dusun Legong, Desa Dawuhan Wetan, Kecamatan Rowokangkung Lumajang).

Barang bukti (BB) yang berhasil diamankan antara lain 1 pucuk senjata soft gun beserta 6 butir amunisinya, 1 lembar kaos hitam bertuliskan POLICE, 1 lembar rompi loreng TNI dengan logo medianya (JK), 1 buah kain slayer warna hitam batik, 12 lembar ID Card PERS JK atas nama RH dan 1 unit R4 merk Datsun warna Gray Nopol DK-856-EK.

Pihak kepolisian tidak menjelaskan secara detail apa sebetulnya yang menjadi pemicu terjadinya aksi penculikan dan percobaan pemerasan terhadap korban. “Kita masih gali. Pelaku hanya menyinggung masalah kopi. Apakah yang dimaksud kebun kopi atau lainnya kita akan dalami”, imbuhnya.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 328 dan atau 368 (1) KUHP jo 53 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.  FIK