!-- Header -->
Lumajang Pendidikan dan Agama

Diduga Ada Peng@n1ayaan Siswa di SMPN 5 Lumajang

Advertisement

LUMAJANG – Kasus dugaan peng@niayaan yang terjadi di lingkungan SMP Negeri 5 Kabupaten Lumajang, Jawa Timur sudah masuk ke ranah hukum (laporan ke kepolisian)..

Bukti Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STT-LP) Nomor: STTLP-B/326/IX/2022/SPKT POLRES LUMAJANG/POLDA JATIM, dengan pelapor atas nama Catur Wulandari (33), oranh tua siswa yang anaknya di aniaya, warga Jl. Wahid Hasyim III, Kelurahan Tompokkersan Kecamatan Lumajang.

Hebatnya, meski sudah dilaporkan ke polisi, pihak sekolah sepertinya tidak gentar. Pasalnya, pihak SMP Negeri 5 Lumajang blak blakan mengaku ada beking kuat orang dalam untuk menyelesaikan kasus tersebut.

“Silahkan saja lapor. SMP Negeri 5 sudah ada yang melindungi di Reskrim karena sudah ada MoU, termasuk dengan Kejaksaan,” kata Hj. Isnentin, Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Lumajang, ketika dikonfirmasi via telpon oleh sejumlah media, Jum’at (23/9/2022).

Bukan hanya itu, Isnentin membeberkan dengan nama-nama orang dalam kepolisian yang akan membantu SMP Negeri 5 Lumajang ketika berbenturan dengan persoalan hukum. Apalagi, menurutnya, persoalan yang dilaporkan masalah sepele, yakni aksi dorong-dorongan yang dilakukan siswanya hingga terjatuh.

“Itu bukan pengeroyokan, hanya bercanda terus dorong-dorongan dan kemudian jatuh, itu saja. Malah yang jatuh itu malah yang memprovokasi anak lainnya, sehingga dikeroyok. Dan masalahnya sudah selesai,” tukasnya.

Tentu saja penjelasan Kepala Sekolah tersebut, langsung dibantah Catur Wulandari,  orang tua dari korban inisial MNM (siswa kelas 7). Dia mengaku tidak terima anaknya dituduh sebagai provokator, karena pada saat itu dia hanya ingin melerai temannya yang berkelahi.

“Justeru anak saya yang melerai mas. Setelah itu anak tersebut langsung mengajak kakak kelasnya, ada sekitar 10 anak untuk memukuli anak saya, hingga mengalami luka di bagian kepada dan kakinya,” ucapnya kecewa.

Dikatakan, pihak sekolah sendiri menyatukan komitmen dengan para pelaku untuk menyampaikan kalau persoalan itu hanya bercanda bukan perkelahian.

Namun, ada saksi lain yang berani jujur dan saat ini juga mengaku takut tidak masuk sekolah, lantaran terancam oleh teman-temannya yang waktu itu mengeroyok korban. Saksi inilah yang saat ini bisa dimintai keterangan jika ingin mendapat informasi yang benar.

“Saya membawa persoalan ini ke polisi agar kasus serupa tidak terjadi pada siswa lainnya. Karena, dari informasi yang kami terima, di sekolah tersebut tidak sekali ini saja kasus semacam itu terjadi. Sudah berulang-ulang dan tetap dibiarkan,” ujarnya mengeluh.

Dia mengaku polisi sudah merespon cepat. Pasca kejadian dia mem-visum anaknya. Bahkan, dari hasil pemeriksaan yang berlangsung pada Jum’at (23/9/2022) pagi, polisi menyampaikan segera datang ke SMP Negeri 5 Lumajang untuk olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Senin besok dari pihak kepolisian akan datang ke SMP Negeri 5 Lumajang. Informasinya begitu,” imbuhnya. TIM.

Post Comment