!-- Header -->
Diduga Oknum Karyawan PTPN XII Malang Aniaya Warga (Buntut Sengketa Lahan)
Peristiwa

Diduga Oknum Karyawan PTPN XII Malang Aniaya Warga (Buntut Sengketa Lahan)

MALANG – Warga Tegalrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, bersyukur atas kemenangannya melawan PTPN XII atas kasus lahan tebu, di Pengadilan Negeri  Kepanjen Malang. Mereka bersyukur karena  keadilan masih berpihak kepada warga masyarakat bawah.  

Kasus yang berbuntut ke PN ini berawal dari pengerusakan puluhan hektare tebu milik warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, di lahan sengketa antara PTPN XII Pancursari dengan warga.

Sayangnya, setelah ada putusan dari PN Kepanjen Malang, ada insiden pemukulan yang diduga dilakukan oleh oknum pegawai PTPN XII terhadap warga Desa Tegalrejo yang memperjuangkan lahan mereka. Menurut warga, insiden yang terjadi di Afdeling Glagarum bermula saat warga, Rabu (7/11/2019) pagi, hendak menghentikan aktivitas PTPN XII yang melakukan pengerusakan terhadap tanaman warga.

Ludiantoko, tokoh pemuda Malang yang selalu mengawal dan memperjuangkan kasus ini.

“Salah satu korban dan pemilik tanaman pohon pisang yang dicabuti, bermaksud melerai. Sempat terjadi cekcok di lapangan. Dari pihak keamanan PTPN XII langsung melakukan pemukulan terhadap Triono alias Supri. Yang satu menodongkan senjata/celurit sambil mengancam kepada Rukin. Yang satunya, teman kita dipukul. Gitu, pak”, ujar Ludiantoko, tokoh pemuda, Jumat (8/11/2019) pagi.

Dijelaskan, yang melakukan penodongan itu atas nama PI (inisial). PI adalah salah satu karyawan PTP XII. Yang memukul atas nama MN, warga Desa Sumber Gentong. “Atas pemukulan dan ancaman tersebut kita laporkan ke pihak kepolisian dan pihak berwenang lainnya,” pungkasnya.

Dia juga menyampaikan,  secara hukum masyarakat memiliki bukti-bukti yang kuat atas kepemilikan lahan yang disengketakan. Karena itu maka pihak PN Kepanjen memenangkan warga. “Maka dari itu, saya atas nama tokoh masyarakat bersama tokoh masyarakat yang lain, berterima kasih kepada pihak PN Kepanjen yang masih berpihak kepada kebenaran”, tukasnya.

Satu lagi, meskipun warga selaku penggugat sudah di menangkan, mereka memohon kepada Kepala Desa Tegalrejo bersama perangkat perangkatnya untuk selalu mendukung dan memantau perkembangan kasus ini, sehingga tidak terjadi gejolak di masyarakat.

Baca juga : https://www.go ogle.com/amp/s/www.pedomanindonesia.com/ptpn-xii-malang-vs-warga-puluhan-hektare-tebu-dirusak/amp/

“Kami juga berharap Pemerintah Kabupaten Malang memberikan dukungan atas kemenangan ini. Pihak Pemkab Malang juga kami minta agar bisa menenangkan pihak PTPN XII untuk menahan diri, jangan sampai dan mematuhi keputusan PN”, pungkasnya.

WARGA MENANG : Putusan PN yang memenangkan warga. (dok).

Perlu diketahui Amar putusan PN Kepanjen Malang, berbunyi : “Memerintahkan pada tergugat 1, tergugat 2, dan turut tergugat untuk memberikan lahan tanah pertanian dalam lahan yang menurut tergugat 1 dan tergugat 2 sebagai bagian lahan HGU dan menerbitkan sertifikat hak milik untuk para penggugat sebagaimana telah ditentukan dalam SK Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Malang nomor 4603530177 tahun 1998 dan letak luas dan batas-batasnya sebagaimana terlampir dalam Keputusan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertahanan Nasional Provinsi Jawa Timur nomor 7420335 1998 tentang pemberian hak milik dalam rangka konsolidasi tanah pertanian.

Menghukum para tergugat dan turut tergugat mematuhi putusan ini tanpa syarat atau apabila tidak dilaksanakan, maka menggunakan upaya paksa melalui aparat yang berwenang. Menolak gugatan para penggugat untuk selain dan selebihnya”.

Dihubungi via WA pihak PTPN XII belum memberikan jawaban untuk konfirmasi. (RED)

Post Comment