!-- Header -->
Digiring ke Polsek, Dibawa ke Polres Debt Collector Kabur
Peristiwa

Digiring ke Polsek, Dibawa ke Polres Debt Collector Kabur

LUMAJANG, PEDOMANINDO.com – Kawanan debt collector (tukang ‘jabel’) bersama kawan-kawannya, semakin nekat. Ketika dibawa ke Polres Lumajang, mereka kabur dengan mobil hasil rampasannya.

Ceritanya, mobil Honda Mobilio warna putih dengan Nopol 1067 URO itu dibeli dengan cara kredit oleh Rohim, warga Desa Bagusari, Pasirian. Dia membayar mobil kredit tersebut dengan cara diangsur. Suatu ketika, si Rohim ini butuh uang sebesar Rp 30 juta.

“Dia minta tolong ke saya agar dicarikan tukang gadai mobil. Sebagai teman sekaligus tetangganya, saya bantu dia ke tukang gadai yang bernama Pak Gatot warga Karanbendo Pasirian”, ujar Heri saat berada di Kantor Polres Lumajang, Kamis (10/11) siang.

Dibantu seorang advokat bernama Sugeng, terjadilah transaksi gadai antara pemilik mobil dengan Gatot seharga Rp 30 juta. Pak sugeng meminta bukti angsuran melalui online Indomart. Sebelum digadaikan angsurannya lancar. Angsuran itu baru mulai tersendat sendat setelah digadaikan hingga 3 bulan.

“Akhirnya debt collector ke pak Rohim. Dia bilang kalau mobil itu di Yosowilangun. Akhirnya 8 orang ini ke Pak Sugeng hendak merampas mobil itu. Terjadilah cekcok lalu Pak Sugeng menggiring ke Polsek Yosowilangun. Dari Polsek Yosowilangun dibawa ke Polres Lumajang”, ungkapnya.

Herannya, setelah di Polres mobil yang sempat diparkir itu dibawa kabur oleh sang debt collector. “Saya datang belakangan. Saya gak tahu debt collector dan pak Sugeng masuk ke ruang mana sebelumnya. Tahu-tahu pas saya di sini, kok saya lihat mobilionya diputar balik keluar dari parkiran Kantor Polres di dalam dan hilang, kabur”, tukasnya bingung.

Dalam kondisi panik, setelah kejadian, salah seorang polisi kemudian mendatangi Heri dan Sugeng untuk mencatat nopol mobil tersebut. DIN