Advertisement
!-- Header -->
Lumajang Peristiwa Suara Desa

Dirancang Jadi Jalan Lintas Kutorenon Normalisasi Sungai Selesai 40 Persen

KUTORENON – Normalisasi Sungai Curah Menjangan di Dusun Biting, Desa Kutorenon, Sukodono Lumajang, Jawa Timur, sudah mencapai 40 persen. Hal ini disampaikan oleh Kades Kutorenon, H. Faisal Rizal, saat berada di lokasi normalisasi Biting 1 Kutorenon, Jum’at (17/6/2022).

Normalisasi sungai ini bisa meminimalisir banjir selama musim hujan, terutama Dusun Biting 1 yang berada di dekat sungai.

“In Sya Allah, dengan normalisasi ini bisa mengurangi luapan air. Mencegah banjir tidak sampai naik dan meluber ke rumah rumah warga”, tutur H. Faisal, panggilan karibnya.

Karena sudah mulai dinormalisasi masyarakat Dusun Biting diminta, dihimbau, agar tidak menanam tanaman keras di tepi sungai. Tidak membuang sampah sembarangan apalagi ke sungai, dan tidak boleh memanfaatkan lahan 4 meter dari bibir sungai”, pungkasnya.

Menariknya, setelah normalisasi sepanjang sekitar 3 km ini tuntas 100 persen tanggul sungai dinyatakan kuat, pihaknya akan membuat jalan setapak dan dijadikan jogging track.

“Itu angan angan dan ide besar kami. Kita akan sosialisasikan kepada masyarakat Kutorenon serta melibatkan Karang Taruna Minak Koncar Kutorenon”, ujarnya. Klik video aktivitas normalisasi 👇

https://vt.tiktok.com/ZSd73yYrp/?k=1

Sebelumnya, Wijiyanto, Pengawas lapangan dari Dinas Pengairan Propinsi Jawa Timur, menyampaikan, normalisasi Sungai Curah Menjangan ini sementara yang dikerjakan hanya pelebaran sungaa, tidak untuk pendalaman sungai. Karena alat berat yang digunakan jenis alat berat yang standar yang tidak bisa digunakan untuk pendalaman.

“Alat yang datang dari DPUSDA Provinsi Jatim ini, alatnya standar. Jadi, tidak bisa untuk melakukan pendalaman. Hanya bisa menggali sisi kanan dan kiri untuk dijadikan tanggul”, ungkapnya.

Dipaparkan, untuk di daerah hilir, pelebaran Sungai Curah Menjangan dilakukan hanya di sisi barat sungai. Mengingat, di sebelah timur sungai banyak bangunan.

“Sebenarnya, pelebaran sungai sebelah timur mau dikerjakan mulai dari hilir. Tapi karena sebelah timur sungai banyak bangunan akhirnya tidak bisa dikerjakan. Kemungkinan nanti di daerah hulu kalau ada akses alat berat bisa masuk dan tidak ada pemukiman, maka sebelah timur akan dikerjakan juga”, ujarnya.

Dikatakan, normalisasi sungai berjalan lancar. Kordinasi dengan pihak terkait seperti perangkat desa, babinkamtibmas, Babinsa maupun warga sekitar berjalan bagus.

Faisal menambahkan, sementara ini masih uji kelayakan kekuatan tanggul sebelum benar-benar dijadikan jogging track (perlintasan jogging). Bahkan mulai kemarin sudah dites. Dengan hujan lebat beberapa hari dan kenaikan debit air mulai ditemukan titik-titik yang rawan longsor.

Titik-titik yang longsor ini kemudian dipasang jumbo bag dan dipancung dengan bambu agar tidak longsor lagi. Pasang jumbo bag dan pancung nanti diagendakan kerja bakti dengan warga sekitar.

Kalau sudah fix tidak longsor dan tanggul sudah keras, maka akan dirabat cor untuk jalan baru.”Sekalian buat jogging track asik sepertinya, ya?”, RED

Post Comment