Advertisement
!-- Header -->
Ekonomi Komunitas Lumajang Politik & Pemerintahan Suara Desa

Disperindag Lumajang Dukung Penuh Perusahaan Rokok Legal Berkembang

Advertisement

LUMAJANG – Munculnya perusahaan rokok berlabel cukai (legal) dalam sekala kecil, mendapat support dari pihak Dinas Perdagangan Kabupaten Lumajang, bahkan mereka selalu siap membantu dalam hal pemasaran, packaging, pembinaan, dan pembukuannya (management keuangannya).

“Kita melakukan pembinaan, penyuluhan, kemitraan. Semacam kemitraan antara pengusaha dengan petanai tembakau”, ujar Ir. Chairil Diani, M.Si, Kepala Disperindag melalui Kabid Perisdustrian, Eko Hadi Supriyono, Rabu (25 Agusutus 2021).

Pihaknya, kata Eko, juga menyampaikan regulasi tentang usaha rokok dengan mengundang pihak cukai sebagai narasumber untuk memberikan pengetahuan tentang rokok legal, tentang cukai, dan hal-hal lain menyangkut dunia rokok.

Di Kabupaten Lumajang sendiri ada 3 perusahaan rokok kecil yang semuanya legal (berpita cukai). Ketiganya adalah PR Bandar Tekung, PR Pasirian (CV. Tirta Mas), dan PR di Sarikemuning Senduro (CV. Triloka merek Japa Virgin).

“Semuanya legal. Berpita cukai”, ujarnya. Ketiga perusahaan rokok skala kecil ini mampu memperkerjakan sebanyak sekitar 50 karyawan. Yang di Candipuro-Pasirian dibawah 50 orang. “Semuanya masih sekala kecil”, ungkapnya.

Perusahan rokok ini (Tekung, Pasirian) berdiri sekitar 3 tahun yang lalu, sementara yang Sarikemuning Senduro belum lama.

Ditanya apa bentuk pembinaan Dindag kepada mereka selama ini, Eko menjelaskan, selain memfasilitasi mereka untuk perolehan hak merek juga membantu dalam hal pengemasan (pacakaging), dan mengikutkan mereka dalam pelatihan pemasaran secara online.

“Karena skalanya kecil maka banyak kita dampingi. Misalnya saja untuk pengelolaan managemennya. Karena, umumnya, rata-rata IKM secara umum masalah pembukuannya terlalu sederhana”, tuturnya.

Pihaknya, ujar Eko, juga pernah membangun kerjasama dengan salah satu perguruan tinggi penyuluhan dan praktek masalah akuntansi. depan.

Kedepan pihak Dindag akan lebih intensif mengandekan pelatihan managemen akutansi pengelolaan. Produk rokok yang dihasilkan di 3 perusahaan rokok sekala kecil ini masih kretek dengan alat sederhana linting manual yang langsung dikerjakan oleh para karyawan (tidak memakai mesin).

Produk rokok legal ini masih beredar di Kabupaten Lumajang. “Masih beredar di daerah sendiri, Lumajang. Yang dikirim keluar yang di Sarikemuning. Pengiriman pertama dilakukan oleh Bupati, Cak Thoriq ke Palu, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu”, paparnya. YEN-RED

Post Comment