!-- Header -->
Hukum

Dua Pekan 11 Tersangka Pencurian Ditangkap

LUMAJANG –  Selama kurun waktu dua pekan (mulai pertengahan Mei sampai awal Juni 2021), Polres Lumajang berhasil mengungkap 11 tersangka pelaku aksi  kejahatan 3C (curas, curat, curanmor).

“Kasus pencurian yang kita ungkap curanmor, spesialis sekolahan, di toko, dan termasuk jambret atau street crime serta curat TKP rumah. Total ada 11 tersangka berhasil diamankan. Semuanya kasus curat,” ungkap AKBP Eka Yekti, Kapolres Lumajang, Kamis (10 Juni 2021).

Ada satu pelaku berhasil di ungkap. Nama inisialnya MZ (30) warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Tersangka mencuri uang Rp 75 juta dan dua HP di dalam rumah. Kejadiannya terjadi pada 21 Nopember 2020. “Saat itu pelaku masuk masuk ke dalam rumah lewat samping dan merusak jendela,” ujarnya.

Pengungkapan lain, yakni 4 tersangka pencurian dengan pemberatan (curat) sepeda motor dengan merusak kuncinya menggunakan kunci T.

“Tiga tersangka curanmor yakni Y usia 21 tahun, EE usia 29 tahun, S, dan R penadah hasil curian usianya 41 tahun,” ujarnya. Para pelaku tersebut melakukan aksinya pencurian di Sumbersuko, Kelampok Arum, Grati, dan Tekung.a

Barang bukti yang berhasil diamankan ada 7 unit sepeda motor. “Masih kita kembangkan lagi tkp-tkp lainnya, barang bukti yang belum kita temukan kita masih telusuri keberadaannya,” tutur Kapolres.

Dijelaskan, kedua pelaku EE dan S mengaku pernah melakukan aksi begal di sejumlah tempat. Mereka merupakan residivis dan pernah menjalani proses hukuman. Bahkan keduanya baru bebas setelah menerima program asimilasi.

“Beberapa narapidana memang tidak berhasil kembali ke jalan yang benar, masih tergoda untuk melakukan kejahatan yang mereka dulu pernah lakukan,” pungkasnya.

Para narapidana yang mendapatkan asimilasi terus dipantau oleh pihak kepolisian resort Lumajang. “Tetap narapidana yang asimilasi ini kita pantau terus keberadaannya. Walaupun di luar tetap kita pantau. Data sudah ada siapa-siapa residivis yang kemarin dapat asimilasi akan terus kita pantau,” ungkap Eka Yekti.

Kapolres menyampaikan, motor lebih gampang untuk diambil karena pengamanan warga yang kurang, seperti tidak menggunakan kunci ganda dan GPS.

“Warga yang menaruh sepeda motor pagar tidak dikunci, kunci masih menggantung di motor, ini faktor yang mudah sekali dicuri,” ujarnya.

RINGKUS PENCURI LAPTOP DAN ROKOK

Selain itu, Polsek Yosowilangun berhasil mengungkap kasus pencurian laptop dan rokok yang dilakukan pelaku berinisial AW (usia 32 tahun), warga Desa Karanganyar, Kecamatan Yosowilangun.

Kejadian pencurian terjadi pada Senin (24 Mei 2021) sekitar pukul 19.00 WIB. Pelaku mencuri laptop dan 2 slop rokok berisi 18 bungkus.

“Modusnya pelaku masuk kedalam rumah melalui pintu belakang yang tidak terkunci. Saat itu rumah dalam keadaan kosong ditinggal pengajian dan bepergian ke Lumajang,” jelentreh Kapolres.

PENCURIAN TKP SEKOLAH

Terakhir, Polsek Tempeh berhasil mengungkap kasus pencurian di dua sekolah, yakni SDN 03 Besuk, Desa Darungan, Desa Besuk, Kecamatan Tempeh, dan SDN 04 Jokarto, Dusun Rambak Pakis, Desa Jokarto.

Kapolres menjelaskan, kejadian pertama terjadi pada 29 Mei 2021 di SDN 04 Jokarto. Sedangkan kejadian kedua terjadi pada Kamis (3 Juni 2021), di SDN Besuk, Kecamatan Tempeh.

“Kelima pelaku berhasil diamankan antara lain IY usia 28 tahun, AI usia usia 23 tahun, VA usia tahun, S usia 31 tahun  warga Desa Pulo, Kecamatan Tempeh. Satu tersangka lain berinisial RG, warga Desa Besuk, Kecamatan Tempeh,” ungkapnya.

Terungkapnya kasus pencurian ini berawal dari informasi adanya orang akan menjual barang hasil curian kepada pedagang rosokan.

“Setelah melakukan penyidikan 4 orang tersangka berhasil diamankan,” tutur Eka Yekti. Dari tangan kelima pelaku polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit komputer merek Asus, satu unit mesin printer merek Canon IP 2770, satu unit mesin printer scanner merek Canon MP 287.

“Semua barang bukti ditemukan milik SDN 03 Besuk, Dusun Darungan, Desa Besuk, Kecamatan Tempeh,” ujarnya.

Petugas juga berhasil mengamankan barang bukti printer, amplifier, DVD Player, AKI kering (TKP di SDN 04 Jokarto, Dusun Rambak Pakis, Desa okarto, Kecamatan Tempeh).

“Petugas juga mengamankan barang bukti dua sepeda motor yang dgunakan pelaku yakni Sepeda motor Yamaha CBR Nopol N-6915-YAQ, dan sepeda motor Beat,” ungkapnya.

Uang hasil penjualan hasil curian hanya digunakan untuk senang-senang seperti mabuk. “Saya himbau pihak sekolah agar meningkatkan keamanan sekolah. Mungkin bisa menambah teralis di ruangan”, paparnya.

POLSEK MASIH BERHAK

Lebih lanjut Kapolres menyampaikan bahwa tindakan yang dilakukan Polsek Tempeh ini menjadi jawaban dari apa yang ditanyakan rekan-rekan jurnalis terkait kewenangan Polsek.

“Saya jawab ini, bahwa penindakan penyelidikan masih bisa dilakukan oleh Polsek, masih bisa menerima LP, masih bisa menerima pengaduan, dan mengumpulkan saksi, gelar perkara, serta mendatangi TKP,” ujarnya. (KOM-POL-RED)

Post Comment