!-- Header -->
Hukum Lumajang Peristiwa

Dua Pelajar Ditodong Celurit, HP Dirampas di Siang Bolong di Sekitar Wisata Siti Sundari

LUMAJANG – Aksi kejahatan (penodongan dengan sajam dan perampasan HP), di siang bolong, di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali terjadi. Kali ini terjadi di sekitar tempat wisata Siti Sundari atau alas Burno Jalan Ranupani, Senduro Hutan Damaran, Desa Burno, Kecamatan Senduro Lumajang. Untungnya bersama masyarakat, Polsek Senduro, berhasil mengejar dan menangkap pelaku di Hutan Jati (masuk Desa Senduro Kecamatan Senduro) Lumajang.

Ceritanya : Pada hari Sabtu, 26 September 2020, sekitar pukul 10.30 WIB, korban yang bernama Fito Vingki Ramadhani (16 tahun, pelajar, asal Dusun Krajan RT 21 RW 7, Desa Tanggung, Kecamatan Padang) dan Nayla Anggun (usia 13 tahun, pelajar, asal Dusun Anyar RT 05 RW 04 desa burno Kecamatan Senduro), didatangi pelaku bernama Maskur (usia 20 tahun), asal Dusun Kedungpring, Desa Barat, Kecamatan Padang dan Rando Pangestu (usia 24 tahun), asal Dusun Sidorejo, Desa Purworejo Kecamatan Senduro.

Sang pelaku tersebut menodongkan celurit kepada korban disertai nada ancaman, kemudian 2 HP merk Oppo A5 2020 warna hitam jam dan 1 HP Advan i5c duo warna biru milik kedua korban, diambil oleh pelaku. Selanjutnya pelaku meminta kunci motor korban lalu membuangnya ke semak-semak. Setelah itu pelaku meninggalkan korban mengendarai sepeda motor.

Kemudian korban meminta tolong kepada warga di sekitar tempat wisata alas burno atau Siti Sundari. Masyarakat melakukan pengejaran. Selanjutnya, anggota Polsek Senduro yang berada di jalan depan Pasar Senduro, ikut mengejar. Tersangka berhasil ditangkap di hutan jati masuk Desa Senduro Kecamatan Senduro.

Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain : 2 HP milik korban, 1 HP milik tersangka, 1 senjata tajam berupa celurit, 1 senjata tajam (pisau), 1 sepeda motor matic warna putih hitam merk DAZZ TVS.

TERTANGKAP : Dua pelaku penodongan dan perampasan HP di Alas Burno sekitar wisata Siti Sundarii. RED

Petugas kepolisian Senduro langsung mendatangi TKP, melakukan olah TKP, mendata saksi-saksi, dan mengumpulkan barang bukti.

Kapolsek Senduro, AKP Joko Wintoro, membenarkan kejadian tersebut. Dijelaskan, peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam hal masalah keamanan. Apalagi, Senduro menjadi salah satu destinasi wisata di Lumajang.

“Tadi bukti nyata peran masyarakat sangat penting sehingga pelaku ketangkap. Apalagi, jumlah aparat keamanan belum terpenuhi, tidak banyak”, ungkapnya.

Sebuah wisata, paparnya, akan berhasil manakala keamanannya terjaga. Maka dari itu, Desa Senduro yang dicanangkan menjadi destinasi wisata, harus didukung oleh desa penyanggah.

“Desa – desa dibawahnya, termasuk masyarakatnya, harus membantu bersinergi. Kalau tidak, maka sebuah wisata tak akan berhasil”, paparnya seraya menambahkan, pihaknya seringkali berkomunikasi dan berkoordinasi dengan para kepala desa di Senduro dalam hal menjaga keamanan. DIN

Post Comment