!-- Header -->
E-Pasir Antisipasi Kebocoran
Ekonomi Lumajang Politik & Pemerintahan

E-Pasir Antisipasi Kebocoran

PEDOMANINDONESIA.COM – Mengantisipasi adanya kebocoran pajak pasir dan demi efesiensi, Pemkab Lumajang, Jawa Timur, sudah harus menggunakan e-Pasir. Hal ini disampaikan Ketua Komisi C DPRD Lumajang, Suigsan, Selasa, 2 Juli 2019.

“Kita berencana menggunakan e-Pasir.  Pasir ini harus bersaldo.  Insya Allah Kamis besok kita ketemu dengan perancangnya dari ITS (Institute Teknologi Surabaya, Red). Bappeda, DPRB kita ajak ke ITS. Kita datang ke sana, ke perancangnya untuk melengkapi sesuatu yang dirasa kurang lengkap”, ungkapnya.

Suigsan berharap pertemuan dengan pihak ITS sebagai perancang e-Pasir bisa selesai. “Mudah-mudahan kalau kita datang ke sana informasinya sudah lengkap,” tukasnya. Dikatakan, e-Pasir ini bentuknya sama dengan e-Tol. Dari sistem manual ke teknologi baru.

“Model e-Pasir kelebihannya banyak. Hanya penambang pasir yang resmi yang bisa menggunakan e-Pasir. Secara otomatis penambang pasir diberikan kepada yang punya ijin. Kalau yang tidak berijin tidak akan ter register. Dengan begitu,  illegal mining akan minggir dengan sendirinya”, ungkap Suigsan.

Menurutnya, hal ini merupakan salah satu kontrol Pemerintah Kabupaten Lumajang agar tidak terjadi kebocoran pajak pasir. Diperkirkan, tahun 2019 e-Pasir sudah bisa dilaksanakan. Agar segera dilaksanakan, maka seluruh pirantinya perlu dipersiapkan, termasuk SDM nya.

“Makanya, Kamis besok lusa Insya Allah kami berangka ke ITS untuk melengkapi informasi data-data yang belum tersampaikan. Kita mengajak OPD yang terkait dengan tupokosinya agar ngecun (nyambung, Red)”, ujarnya.

Politisi Partai Golkar ini belum bisa memastikan berapa anggaran yang dikeluarkan untuk penerapan pajak pasir dari manual ke e-Pasir ini. “Total anggarannya berapa bisa diketahui setelah kita ketemu dengan perancangnys dari ITS”, selorohnya.

Gagasan ini sebenarnya, ungkap Suigsan, sudah muncul saat LKPJ 2019. “Nah, kita ingin e-Pasir segera diterapakan. Ayo kita bareng-bareng melengkapi informasi yang belum tercover ke ITS”, paparnya seraya menambahkan, karena e-Pasir sistemnya berbeda dengan penarikan pajak dengan cara manual, maka SDM nya benar-benar harus dipersiapkan. (DIN).

Post Comment